SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 86 anak dan remaja tampil percaya diri di atas catwalk dalam lomba fashion show bertajuk Kreasi Batik Nusantara di Graha Wisata Niaga, kawasan Sriwedari, Surakarta, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Solo Batik Fashion dan Solo Fashion Week 2026 sekaligus ajang mengenalkan kekayaan batik Indonesia kepada generasi muda.
Ketua Pelaksana Fashion Show Rotary, Marla Karina Diani, mengatakan kegiatan tersebut dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan. Panitia juga mengirimkan undangan kepada sejumlah sekolah agar mengirimkan perwakilan untuk menampilkan kreasi busana batik.
Peserta berasal dari berbagai daerah di wilayah Soloraya dan terbagi dalam tiga kategori usia. Kategori A diikuti anak usia 5–8 tahun, kategori B usia 9–12 tahun, serta kategori C untuk remaja usia 13–18 tahun.
Marla menjelaskan, tema Kreasi Batik Nusantara dipilih untuk memberikan kesempatan kepada peserta mengeksplorasi kekayaan wastra dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Melalui kegiatan tersebut, panitia ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda bahwa batik merupakan warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Kita ingin menanamkan pengertian bahwa batik adalah warisan budaya yang harus dijaga. Lewat acara ini, anak-anak jadi tahu bahwa batik itu bukan cuma dari sekitar Kota Solo, Jogja, atau Pekalongan saja, tetapi di wilayah Indonesia lain juga sangat banyak kreasinya,” terang Marla.
Kegiatan ini juga terbuka bagi peserta berkebutuhan khusus. Menurut Marla, panitia tidak menetapkan batasan tertentu agar lomba tersebut menjadi ruang yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berpartisipasi.
“Kami sangat senang karena memang Rotary ini inklusif. Kita merangkul dan menerima semuanya. Jadi kami sangat mengapresiasi antusiasmenya untuk bisa mengikuti lomba hari ini,” ujarnya.
Selain menjadi sarana edukasi budaya, kegiatan ini juga diinisiasi sebagai program fundraising atau penggalangan dana. Assistant Governor Rotary International District 3420 Area 5 Solo dan Madiun, Metty Indriasari, mengatakan dana yang terkumpul direncanakan untuk mendukung kegiatan konservasi orangutan di Kalimantan.
Penggalangan dana tersebut merupakan bagian dari kontribusi Rotary dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya di bidang lingkungan yang menjadi salah satu dari tujuh area fokus organisasi tersebut.
“Penggalangan dana ini disalurkan ke kegiatan Rotary yaitu penggalangan dana ke Kalimantan, ke orangutan terutama. Salah satu kegiatan Rotary adalah sosial untuk kemanusiaan, terutama di bidang lingkungan. Penggalangan dana ini tidak hanya untuk kegiatan ini saja, tetapi juga dapat mendukung berbagai proyek Rotary lainnya,” kata Metty.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Rotary Club Solo Kartini, Satellite Club of Solo Kartini Berseri, dan Rotaract Club of Solo Pakarti.
President Rotary Club of Solo Kartini, Lia Taufiq, mengapresiasi persiapan panitia dan antusiasme peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anggota Rotary, khususnya generasi muda di lingkungan klub, untuk berkreasi dan terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Ia menilai penampilan para peserta memperlihatkan beragam kreativitas dalam mengolah dan memadukan batik. Lia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah positif dan berkelanjutan untuk memperkenalkan kekayaan batik Nusantara sekaligus melestarikannya sebagai identitas budaya Indonesia.








