Wawali Astrid Apresiasi SALA HATEDU, Hadirkan 33 Komunitas Teater dari Empat Negara

oleh
oleh
SALAHATEDU

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengapresiasi konsistensi Omah Kreatif Arturah dalam menyelenggarakan Festival Teater Internasional SALA HATEDU yang kini memasuki penyelenggaraan ke-13. Festival tahun ini melibatkan 33 komunitas teater dari empat negara, yakni Indonesia, Jepang, Jerman, dan Kroasia.

Apresiasi tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan SALA HATEDU #13 di Taman Budaya Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026) malam. Dalam kesempatan itu, Astrid juga menyerahkan cinderamata kepada perwakilan delegasi dari empat negara peserta.

Astrid menyampaikan penghargaan kepada Omah Kreatif Arturah, khususnya pimpinan komunitas Caroko Tri Hananto, beserta seluruh panitia, seniman, dan komunitas yang telah menjaga keberlangsungan festival tersebut hingga 13 kali penyelenggaraan.

Menurut Astrid, SALA HATEDU bukan sekadar perayaan Hari Teater Dunia, melainkan ruang kreatif yang mempertemukan para seniman untuk belajar, berkolaborasi, serta bertukar gagasan lintas budaya dan negara.

“Kami melihat SALA HATEDU bukan sekadar perayaan Hari Teater Dunia. Ada proses kreatif, kerja bersama, dan ruang belajar yang dibangun melalui kegiatan ini. Sebuah proses yang tidak hanya memberi pengalaman bagi para seniman, tetapi juga mempertemukan komunitas dan membuka kesempatan untuk saling mengenal serta bertukar gagasan,” kata Astrid.

Festival yang berlangsung pada 3–6 November 2026 tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni pertunjukan dari berbagai latar belakang. Peserta dari Indonesia sendiri berasal dari beragam komunitas teater dan lintas disiplin yang tersebar di sekitar enam provinsi.

Selama festival berlangsung, Taman Budaya Jawa Tengah menjadi panggung bagi para seniman untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dari masing-masing negara. Perbedaan karakter, latar belakang, dan pendekatan artistik para peserta diharapkan dapat memperkaya pertukaran pengetahuan serta pengalaman dalam dunia seni pertunjukan.

Astrid menilai perkembangan kehidupan seni dan budaya Kota Surakarta tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak. Menurutnya, ekosistem seni budaya tidak hanya tumbuh melalui program pemerintah, tetapi juga berkat inisiatif komunitas, kelompok seni, dan para seniman yang konsisten berkarya secara mandiri.

Ia secara khusus mengapresiasi kiprah Omah Kreatif Arturah yang selama ini turut menghadirkan berbagai ruang apresiasi seni, di antaranya Festival Drama Realis Remaja (FDRR), Sala Monolog, dan Kanca Mentas.

Berbagai kegiatan tersebut dinilai memberikan kesempatan kepada para seniman, termasuk generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan, berekspresi, dan menampilkan karya kepada masyarakat.

“Kehidupan seni dan budaya Kota Surakarta tumbuh melalui peran banyak pihak. Tidak hanya melalui lembaga atau agenda pemerintah, tetapi juga melalui inisiatif komunitas, kelompok seni, dan para seniman yang terus berkarya dengan segala keterbatasannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Astrid menegaskan bahwa keberlangsungan SALA HATEDU hingga penyelenggaraan ke-13 merupakan bukti komitmen komunitas dalam menjaga kehidupan seni pertunjukan. Terlebih, penyelenggaraan festival berskala internasional membutuhkan kerja bersama serta dukungan dari berbagai pihak.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, terbuka terhadap berbagai inisiatif dan kolaborasi dengan pelaku seni budaya. Ia berharap ruang-ruang kreatif seperti SALA HATEDU terus diperkuat sehingga komunitas seni memiliki kesempatan lebih luas untuk berkarya, berekspresi, dan membangun jejaring hingga tingkat internasional.

“Kami ingin kehidupan seni budaya di kota ini terus berkembang, dengan ruang yang semakin luas bagi komunitas untuk berkarya, berekspresi, dan berjejaring,” tegasnya.

Kepada para delegasi dari Jepang, Jerman, dan Kroasia, Astrid juga menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Surakarta. Ia berharap pertemuan melalui SALA HATEDU #13 dapat mempererat persahabatan, membuka ruang pertukaran pengalaman, serta memperkuat hubungan antarnegara melalui seni dan budaya.

Melalui penyelenggaraan SALA HATEDU #13, festival ini diharapkan terus berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni budaya Kota Surakarta sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi seni pertunjukan Indonesia kepada masyarakat internasional.