SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi bergabung sebagai anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, sebuah forum global yang membahas berbagai tantangan ekonomi dunia.
“Pada awal Januari saya mendapatkan tawaran itu, kemudian akhir Januari saya menyanggupi. Pertengahan Maret saya ditelepon langsung oleh Michael Bloomberg dan diberikan ucapan selamat karena sudah masuk ke Dewan Penasihat Bloomberg New Economy,” kata Jokowi.
Menurut Jokowi, forum internasional ini akan banyak membicarakan tantangan ekonomi ke depan, khususnya terkait peran teknologi dalam pengambilan keputusan.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan artificial intelligence (AI), 5G, dan internet of things (IoT) untuk mendukung kecepatan dan ketepatan kebijakan.
“Intelligence ekonomi sangat penting sekali. Itu sebuah proses untuk mengumpulkan, menilai, kemudian dipakai untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi yang sangat cepat. Karena itu, data real time sangat dibutuhkan, baik oleh negara maupun perusahaan,” jelasnya.
Jokowi juga mengungkapkan kesiapannya hadir dalam forum Bloomberg New Economy yang dijadwalkan berlangsung di Singapura pada November 2025.
“Kalau ada forum-forum yang berkaitan dengan itu tentu saja insyaallah saya hadir,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam forum ini akan menjadi kesempatan untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang.
Indonesia, menurutnya, perlu membawa gagasan baru yang bisa dipelajari dari praktik terbaik di ASEAN maupun negara lain.
“Utamanya kita ingin menyuarakan negara-negara berkembang. Ke depan saya kira real time intelligence, future intelligence, competitive intelligence akan sangat penting sekali untuk ekonomi global,” tutur Jokowi.
Dengan keterlibatannya Jokowi, berharap suara Indonesia semakin terdengar dalam percaturan ekonomi dunia, sekaligus memperkuat posisi negara berkembang dalam menghadapi tantangan era ekonomi baru.







