Peter de Roo Akui Keterlambatan Gaji Membuat Pemain Persis Solo Stres

oleh
Persis
Pelatih kepala Persis Solo, Peter de Roo saat Pre-Match Press Conference di Stadion Manahan, Solo, Jumat (12/9/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pelatih Persis Solo, Peter de Roo buka bicara terkait masalah keterlambatan gaji. Ia mengakui bahwa keterlambatan gaji tersebut telah membuat para pemainnya stres.

“Ya, itu pertanyaan yang bagus. Saya selalu berpikir tentang karier saya sebagai pemain sepak bola ketika mendengar pertanyaan seperti ini, bagaimana saya akan menghadapinya?. Hmm, dan bisakah saya mengesampingkannya selama 90 menit?”

“Sejujurnya, saya pikir masalah seperti ini memang membuat stres bagi para pemain,” kata Peter de Roo saat Pre-Match Press Conference di Stadion Manahan, Solo, Jumat (12/9/2025).

Sebelumnya, manajemen Persis buka suara terkait keterlambatan pembayaran gaji pemain. Melalui keterangan resminya, Persis menyatakan permintaan maaf dan berkomitmen menuntaskan kewajiban pembayaran gaji tersebut.

“Saat ini, keterlambatan pemenuhan hak pemain terjadi sebagai dampak dari kurang tertibnya penerimaan hak PT Persis Solo Saestu (PSS) dari pihak-pihak yang memiliki kewajiban sesuai jadwal,” tulis keterangan resminya pada Jumat (5/9/2025).

“Persis menyatakan, situasi ini berada di luar kendali klub, namun tetap menjadi tanggung jawab manajemen untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Persis berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan seluruh kewajiban kepada pihak-pihak yang terdampak, khususnya para pemain.

Untuk itu, manajemen telah intens menjalin komunikasi dengan mitra, pihak internal, maupun eksternal agar proses administrasi bisa segera terselesaikan.

“Di saat yang sama, komunikasi juga terus dibangun dengan para pemain guna memastikan situasi tetap jelas dan menjaga semangat tim agar tetap fokus menampilkan yang terbaik di atas lapangan,” terangnya.

Penting ditegaskan bahwa Persis Solo adalah sebuah perusahaan bisnis. Segala kebutuhan PT PSS maupun tim Persis dijalankan melalui mekanisme keuangan perusahaan dengan perputaran yang murni berbasis lini bisnis.

Hal ini membedakan tata kelola Persis dengan sebagian besar klub Indonesia lainnya yang umumnya masih mengandalkan sokongan langsung dari owner atau donatur.

Manajemen Persis kembali memohon maaf atas kendala yang terjadi, sekaligus mengajak semua elemen suporter untuk terus memberikan dukungan penuh.

Dukungan tersebut sangat berarti agar klub dapat segera melewati tantangan ini dan kembali berada pada jalur terbaiknya.