UIN Surakarta Gaungkan Moderasi Beragama, Hadirkan Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar kuliah umum bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama” di Aula Gedung Pusat Terpadu (GPT), Selasa (9/9/2025). Kegiatan ini menghadirkan Direktur Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Munajat, Ph.D., dan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Zainul Abas.

Surakarta dipandang sebagai salah satu kota yang sangat heterogen, sehingga menjadi tempat tepat untuk menggaungkan moderasi beragama yang dicanangkan Kementerian Agama. Melalui kuliah umum ini, UIN Surakarta berupaya menanamkan semangat tersebut kepada mahasiswa agar lebih terbuka dan toleran.

Dalam sambutannya, Dr. Abas menekankan bahwa seseorang yang hanya melihat kehidupan dari kacamata sendiri akan cenderung kaku dan kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Karena itu, praktik moderasi beragama harus dibiasakan sejak dini, terutama di kalangan akademisi dan mahasiswa.

“Orang-orang yang hidup dengan kacamatanya sendiri atau pandangannya sendiri, mereka akan memiliki pandangan yang kaku dan kurang peka dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, praktik moderasi beragama ini harus digalakkan sebisa mungkin di lingkungan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Munajat mengingatkan mahasiswa akan bahaya laten paham terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan yang masih mengintai Indonesia. Ia menyoroti hasil survei yang menunjukkan adanya 9-11 persen organisasi yang berupaya mengganti ideologi Pancasila.

“Saat ini, paham terorisme dan ekstremisme yang berbasis kekerasan masih menjadi bahaya laten di Indonesia. Apalagi ada 9-11 persen organisasi yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Hal ini perlu diwaspadai oleh kita semua lewat penguatan moderasi beragama,” tegasnya.

Kuliah umum ini mendapat perhatian antusias dari para mahasiswa. Diskusi berjalan interaktif dengan sejumlah pertanyaan seputar praktik moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui acara ini, UIN Surakarta berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep moderasi beragama secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sosial.