SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan daya tariknya di kancah global. Sebanyak 5.800 calon mahasiswa asing tercatat berminat menempuh pendidikan jenjang S2 dan S3 di UMS.
Dari jumlah tersebut, 20 mahasiswa resmi diterima tahun ini, menambah daftar mahasiswa internasional UMS yang kini berasal dari 38 negara.
Pencapaian tersebut terungkap dalam Orientasi Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar secara hybrid, Sabtu (6/9). Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS dan juga melalui Zoom Meeting.
Direktur Pascasarjana UMS, Prof. Farid Wajdi, S.E., M.M., Ph.D., menjelaskan bahwa orientasi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar terkait sistem akademik dan administrasi.
“Kegiatan ini untuk mengenalkan bagaimana cara mereka kuliah, bagaimana mengurusi administrasi, dan khususnya menyelesaikan studinya nanti,” terangnya.
Selain pengenalan sistem akademik, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai fasilitas kampus, mulai dari laboratorium, sistem teknologi informasi, perangkat lunak, hingga program kokurikuler.
Farid menegaskan, UMS juga menyediakan dukungan beasiswa hingga 50 persen bagi mahasiswa berprestasi maupun kader persyarikatan. Sementara untuk mahasiswa asing, tersedia peluang pembiayaan melalui kerja sama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Lazismu.
Acara orientasi semakin meriah ketika para mahasiswa asing memperkenalkan diri. Perwakilan dari Pakistan, Palestina, Uganda, Thailand, Malawi, Rwanda, Saudi Arabia, Yaman, Timor Leste, hingga Suriah mempersembahkan salam hangat, menegaskan keberagaman budaya yang kini hidup di lingkungan UMS.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyebut momen ini sebagai bukti nyata bahwa UMS telah menjadi “rumah bersama mahasiswa dunia.” Ia memaparkan, UMS saat ini memiliki 28 program studi pascasarjana, terdiri dari 20 program magister dan 8 program doktor—jumlah terbanyak di antara perguruan tinggi swasta di Indonesia.
“UMS juga sedang mengembangkan program doktor baru, yaitu S3 Informatika, S3 Kesehatan, dan S3 Kedokteran. Ini bagian dari pengembangan vertikal untuk memperkuat kapasitas akademik dan riset universitas,” jelas Harun.
Harun menegaskan, visi besar UMS adalah menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi (Iptek) yang Islami. Visi ini diwujudkan melalui konsep IM UMS: Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable.
“Untuk memberi arah perubahan, pada periode empat tahun ke depan UMS menetapkan tujuh prioritas, tujuh strategi, dan tujuh dampak,” tegasnya.
Dengan jumlah pendaftar ribuan mahasiswa asing, reputasi akademik yang terus berkembang, serta fasilitas kampus yang modern, UMS semakin meneguhkan diri sebagai salah satu universitas swasta Indonesia yang diperhitungkan di panggung pendidikan global.







