SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta memastikan akan menanggung seluruh kerugian akibat kericuhan demo ojek online di kawasan Mako Brimob, Manahan, Solo.
Wali Kota Respati Ardi menegaskan, Pemkot akan memberi kompensasi bagi pedagang shelter, driver ojol, hingga fasilitas umum yang rusak.
Respati menyebut, selain pedagang shelter yang kehilangan omzet, driver ojol yang tidak bisa mengambil order akibat lalu lintas terhambat juga akan mendapat insentif khusus.
“Bagi driver ojol yang terlambat atau tidak bisa kena orderan, juga akan kita berikan kompensasi. Untuk pedagang shelter yang rugi, semua akan kita data satu-satu dan kerugian ditanggung Pemkot,” jelas Respati yang mendatangi Shelter Manahan usai kerusuhan demo.
Pemkot juga bergerak cepat membenahi fasilitas umum yang rusak, seperti water barrier dan pot bunga. Respati bahkan meminta maaf secara khusus kepada Rotary Club Solo atas kerusakan fasilitas yang mereka sumbangkan.
Selain fokus pemulihan, Respati mengimbau aparat agar lebih humanis dalam pengamanan agar tidak ada warga sipil yang kembali menjadi korban.
“Semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi. Kami ingin warga Solo bisa berjalan dengan baik tanpa kekurangan apapun,” tuturnya.
Kericuhan ini terjadi usai demo solidaritas driver ojol yang menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan (21), driver ojol yang meninggal setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob di Jakarta.








