SOLO, MettaNEWS -Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menetapkan arah kinerja baru pimpinan kampus untuk empat tahun ke depan melalui program Triple Seven yang berisi tujuh prioritas, tujuh strategi, dan tujuh dampak. Pencanangan ini disampaikan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam Pembekalan Pejabat Struktural di Auditorium Mohammad Djazman, Senin (11/8).
“Triple Seven ini menjadi panduan utama untuk mewujudkan cita-cita besar UMS sebagai pusat pendidikan dan pengembangan IPTEK yang islami,” ujar Harun.
Tujuh prioritas yang ditetapkan meliputi: peningkatan kualitas mahasiswa, penguatan sumber daya manusia, peningkatan pendapatan, modernisasi sistem dan sarana prasarana, pengembangan tata kelola institusi vertikal dan horizontal, mendorong akreditasi unggul seluruh program studi, serta menempatkan UMS sebagai universitas unggulan di kancah global.
Untuk mencapainya, UMS merumuskan tujuh strategi: optimalisasi Amal Usaha Muhammadiyah, penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, publikasi di jurnal bereputasi Scopus, pengiriman delegasi ke konferensi internasional, program pertukaran mahasiswa (inbound-outbound), dan menjadi penggerak program pemerintah Asta Cita.
Dari strategi tersebut, UMS menargetkan tujuh dampak nyata: mahasiswa berdampak, publikasi berdampak, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berdampak, hak kekayaan intelektual berdampak, pengabdian berdampak, riset berdampak, dan pendidikan berdampak.
Harun menekankan pentingnya kolaborasi, termasuk penguatan Ikatan Alumni (IKA) UMS di seluruh provinsi. “IKA UMS tingkat pusat sudah kuat, selanjutnya kita kembangkan second layer di provinsi, dan untuk Pulau Jawa bisa sampai tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.
UMS menargetkan 8.000 mahasiswa baru, 50%+1 dosen bergelar doktor, dan 20% guru besar dalam periode ini. Saat ini, UMS memiliki 834 dosen, 285 di antaranya lulusan doktor, 120 tengah menempuh studi doktor, serta 66 guru besar. Jumlah calon mahasiswa baru per Senin pagi (11/8) tercatat 7.725 orang.
Ekspansi juga dilakukan melalui pembukaan program studi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di berbagai daerah, seperti S1 Informatika, S1 Elektro, S2 Teknik Sipil, serta S2 dan S3 Manajemen.
“Program yang sudah baik akan dilanjutkan, yang belum tercapai akan diperbaiki dengan terobosan strategis. Mari kita rawat bersama UMS ini agar semakin unggul, mencerahkan, mendunia, dan berkelanjutan,” tandas Harun.







