Kampung Mutihan Dijadikan Model Penerapan Nilai Pancasila sebagai Falsafah Kehidupan

oleh
Kampung Pancasila
Wawali Solo, Teguh Prakosa bersama jajaran Kodim 0735 Solo dan Polresta Solo, meninjau Kampung Pancasila di Kampung Mutihan, Kecamatan Laweyan Rabu (23/3/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kampung Mutihan di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, diresmikan sebagai Kampung Pancasila. Kampung berpenduduk sekitar 12 ribu jiwa tersebut menjadi wilayah memiliki kemajemukan, keberagaman agama, suku ras, golongan serta sosial dan budaya. Mutihan diharapkan mampu membawa nilai Pancasila disetiap lini kehidupan masyarakatnya.

Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Devy Kristiono menyampaikan pencanangan Kampung Pancasila ini digagas untuk mengembalikan nilai Pancasila terhadap kehidupan masyarakat.

“Bagaimana kampung ini dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila, kerukunan kehidupan beragama, gotong royong, tenggang rasa dan saling menghormati. Pencanangan Kampung Pancasila ini kami lakukan dalam rangka menghindari paham intoleransi yang dapat memecah persatuan bangsa. Jangan sampai paham intoleransi menjadi paham yang radikal. Sehingga kami ingin mendorong masyarakat untuk sadar akan kedudukan Pancasila sebagai dasar falsafah kehidupan bangsa,” tutur Devy Kristiono, di sela-sela acara, Rabu (23/3/2022)

Pihaknya berharap dengan dibangunkannya Kampung Pancasila dapat menjadi role model atau contoh kampung lain. Sehingga dapat menciptakan Kota Solo sebagai kota yang rukun, damai, sejahtera dan nyaman untuk melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengungkapkan dalam pencanangan Kampung Pancasila di Mutihan membawa spirit nilai Pancasila. Ia menyebut di lingkungan Mutihan terdapat keberagaman agama seperti adanya tempat peribadatan lintas agama yang berada di satu wilayah berdekatan dengan jarak 50-100 meter.

“Kampung Mutihan dicanangkan sebagai Kampung Pancasila agar menjadi contoh serta gambaran untuk masyarakat Kota Solo yang wilayahnya mempunyai tempat peribadatan yang berbeda-beda. Bagaiamana toleransi kehidupan tumbuh disana. Tidak harus diwujudkan secara fisik, melainkan bisa ditunjukkan dalam kegiatan gotong royong dan toleransi,” ungkap Teguh saat ditemui disela-sela kegiatan peresmian Kampung Pancasila, Rabu (23/3/2022).

Pihaknya memberikan apresiasi ide-ide yang berasal dari para TNI dan Polresta Solo dalam membangun Kota Solo menjadi kota yang menjunjung nilai Pancasila. Ia menegaskan melalui Kampung Pancasila diharapkan masyarakat bisa menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi Indonesia.

“Kita berbeda-beda agama tapi hal itu bisa kita jadikan kekuatan untuk menjaga suapaya keberadaan perbedaan tetap lestari,” pungkasnya.