Mengenal Tarung Derajat, Seni Bela Diri yang Tumbuh dari Jalanan

oleh
Pemanasan petarung Tarung Derajat sebelum melakukan latihan tanding Di Sport Hall Tirtonadi Solo, Minggu (20/3/2022) | Foto : MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Bela diri merupakan sebuah seni mempertahankan dan melindungi diri dengan berbagai gerakan dan serangan yang telah menyebar ke banyak negara dan berkembang di daerah masing-masing dengan ciri khas tertentu.

Tak terkecuali Tarung Derajat, seni bela diri yang dahulunya untuk Petarung Jalanan ini berasal dari Jawa Barat dan diciptakan oleh sang guru Haji Achmad Dradjat yang mengusut jalan hidup beliau.

Ketua Tarung Derajat kota Solo dan Keluarga Olah Raga Tarung Derajat (Kodrat) Wing Wiharo saat berlangsungnya Latihan Bersama Tarung Derajat Di Sport Hall Tirtonadi Solo, Minggu (20/3/2022) menjelaskan, sang guru mengembangkan teknik bela diri tarung derajat ini lewat pengalamannya bertarungnya di jalanan.

Bisa dikatakan, kehidupannya keras sejak kecil. Sang guru dan keluarganya tinggal di kawasan Bandung, yang sudah akrab dengan aktivitas semacam tawuran antar kelompok remaja, perampokan, perjudian, dan aktivitas kriminal.

Hidup di lingkungan yang keras, sang guru pun tumbuh jadi anak yang pemberani dan memiliki keinginan untuk menolong teman-temannya. Ia bahkan pernah mengalami pengeroyokan pada usia 13 tahun saat memenangkan permainan sepak bola antar desa.

Hal itu yang hampir saja merenggut nyawanya. Namun, kejadian-kejadian sadis yang menimpanya dirinya malah menjadi tempaan untuk menjadi sosok yang lebih tangguh. Secara fisik dan mental, ia mampu untuk menjawab segala tantangan dalam kerasnya kehidupan.

Berawal dari pertarungan di jalanan yang no rules atau tidak ada peraturan, kini tarung derajat telah resmi diakui sebagai olahraga nasional. Tarung derajat telah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak tahun 1997, dengan kepengurusan bernama PB. KODRAT (Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat).

Wing juga menjelaskan Setelah memasuki KONI semua diberikan peraturan untuk tidak membuat cidera yang fatal untuk petarung nya, dan akhirnya dapat dikemas dan di pertandingkan dengan aturan-aturan yang berlaku.

Tarung derajat pun memiliki tempat di ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON) dan digunakan sebagai latihan bela diri oleh TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri.

Beladiri ini sebenarnya mengacu pada Defense atau pertahan diri, tak hanya sebagai seni bela diri, tarung derajat juga memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral, dan sikap hidup yang memanfaatkan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional. Hal ini dilakukan dengan menerapkan lima daya gerak, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan.