SOLO, MettaNEWS – Komunitas Pagar Hijau Manahan menginisiasi gerakan sosial bertajuk “Sebuah Upaya Mengetuk Pintu-pintu Langit”. Gerakan ini didasari oleh kegelisahan akan performa tim Persis Solo yang masih berkutat di papan bawah klasemen sementara Liga 1.
Gerakan ini bertujuan mewujudkan tiket pertandingan untuk anak-anak panti asuhan dan santri Pondok pesantren. Pagar Hijau Manahan membuka donasi kepada siapa saja untuk turut serta mewujudkan tiket gratis yang nantinya akan diberikan saat Persis Solo menjalani laga kandang kontra Bali United, (6/3/), dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/25.
Gerakan ini melibatkan beberapa elemen-elemen suporter Persis Solo seperti Surakartans, Ultras 1923, Garis Keras Sambernyawa, DPP Pasoepati, hingga Sambernyawa Rescue Team. Galang donasi dimulai pada Senin-Rabu, 3-5 Maret 2025.
Berdasarkan rilis di akun instagram @pagarhijaumanahan, donasi yang terkumpul per Selasa, 4 Maret 2025 pukul 15.00 telah mencapai Rp 11.715.389. Donasi ini nantinya akan didistribusikan kepada beberapa pihak yakni: Pondok Pesantren Yatim Piatu Al-Ikhsan, Panti Asuhan Karuna Putra, SSB STER Solo, dan Tim Popda Kecamatan Laweyan.
Perwakilan Pagar Hijau Manahan, Aditomo, menuturkan antusias dari para pendukung Persis Solo sangat luar biasa. Hal ini dapat dilihat juga dari semakin bertambahnya pihak-pihak yang turut serta berdonasi dalam gerakan ini.
“Nantinya, hasil total dari donasi akan didistribusikan untuk tiket pertandingan serta akomodasi perjalanan bagi teman-teman panti asuhan dan pondok pesantren,” ujar Aditomo.
“Seluruh donasi yang masuk beserta penggunaannya akan dilaporkan secara transparan melalui kanal Pagar Hijau Manahan” imbuhnya.
Manajemen Persis Solo menyambut baik gerakan ini dan siap untuk berpartisipasi aktif dengan menawarkan tiket gratis maupun memberikan harga tiket terendah di Manahan. Para penerima tiket akan berada di di tribun VIP Sayap Utara.
Hingga saat ini, donasi untuk mewujudkan tiket gratis bagi anak-anak Panti Asuhan dan Pondok Pesantren masih berlangsung.
Aditomo juga menegaskan bahwa komunikasi dengan Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan telah dikomunikasikan dengan baik.
“Diharapkan melalui gerakan ini dapat menambah suntikan moril bagi para pemain PERSIS Solo yang tengah berjuang untuk menjauh dari papan bawah. Selain itu, gerakan ini juga diharapkan mampu menjadi ‘pengetuk pintu-pintu langit’ di Bulan Suci Ramadan untuk keberkahan, kebaikan, dan kemenangan bagi Persis Solo,” imbuhnya.








