Imlek 2576 Merayakan Budaya, Kebersamaan dalam Kebhinekaan di Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Perayaan Tahun Baru Imlek 2576/2025 kembali menyemarakkan Kota Solo dengan berbagai kegiatan penuh warna dan makna.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2576/2025, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan bahwa tahun ini berbagai inovasi dilakukan untuk menyegarkan tradisi. Sebanyak 5.000 lampion warna-warni dipasang di area Pasar Gede hingga Jembatan Kali Pepe, dilengkapi desain baru 12 lampion shio dan tambahan lampion dewa-dewi.

“Jadi tahun ini seluruh lampionnya baru untuk memberikan suasana yang berbeda dari tahun sebelumnya,” ujar Sumartono. Salah satu daya tarik utama adalah lampion ular besar berwarna merah muda yang dipasang di perempatan Gladak dan lampion selfie di Plaza Balaikota yang dirancang khusus bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen,” tutur Sumartono pada pers conference Panitia Bersama Imlek 2576/2025.

Tidak hanya itu, rangkaian acara menarik telah disiapkan, seperti lomba foto dan video reels bertema Imlek dan kebhinnekaan, lomba penulisan berita, donor darah dengan target 250 peserta, hingga Grebeg Sudiro yang berlangsung dari 16 hingga 31 Januari 2025.

Puncak acara akan diadakan pada malam Tahun Baru Imlek tanggal 28 Januari 2025 dengan pesta kembang api spektakuler. Selain itu, Imlek Fun Run yang diikuti oleh 30 komunitas lari dari Solo juga akan memeriahkan perayaan pada 2 Februari 2025. Perayaan akan ditutup dengan Kirab Barongsai pada 12 Februari 2025 dan acara Cap Go Meh bersama Pemerintah Kota Surakarta di Pendhapi Gedhe Balaikota.

Sumartono menuturkan perayaan ini adalah wujud kebhinnekaan yang luar biasa, mencerminkan harmoni budaya dan dukungan pemerintah kota terhadap berbagai tradisi keagamaan.

“Suasana Solo kebhinekaan setelah semua hari raya diberi ruang dan kesempatan yang sama. Dengan adanya semua hari raya dirayakan masyarakat jadi tahu, banyak belajar dan ikut menikmati. Sehingga menjadi sesuatu yang tidak asing dan tidak ada tolakan dari masyarakat. Inilah yang menyemangati kami Panitia Bersama Imlek selain membranding Solo sebagai kota wisata menjaga kebhinekaan. Tidak penting rangking solidaritas berapa tapi manfaatnya semua bisa menikmati,” pungkasnya.