Petani menenunjukkan panen buah Naga Merah yang berumur 7 tahun di Muncar, Banyuwangi. (19/06/2024). Aliran listrik dari PLN sangat berguna untuk mendukung perkembangbiakan buah Naga dari awal pembibitan hingga panen tiba. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS / Bram Selo AM
BANYUWANGI, MettaNEWS – Ribuan petani di Indonesia mengandalkan listrik dari PLN untuk penerangan tanaman mereka. Agar dapat cepat berkembang biak dan juga agar tunas pertanian mereka tidak dirusak oleh ulat yang dapat menganggu produktivitas tanaman di malam hari. Seperti halnya petani Bawang Merah yang tanamannya sudah berumur 40 hari, mengandalkan aliran listrik yang disambungkan di rumah warga terdekat agar dapat menyalakan 30 lampu LED di malam hari. Lampu LED tersebut sengaja dinyalakan saat malam hari untuk mengusir ulat yang akan memakan dedaunan. Biasanya saat musim kemarau ulat akan bermunculan dan memakan daun Bawang Merah sehingga mengancam produktivitas ungkap petani di kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Begitu pula petani Buah Naga Merah di Blambangan, Buah Naga sebanyak 300 tanaman tersebut harus dialiri listrik untuk dapat menyalakan bolam lampu yang disiapkan untuk produktivitas tanaman tersebut. Lampu setiap hari akan dinyalakan dari pukul 19.00 WIB hingga 01.00 WIB. Dalam setahun Buah Naga tersebut dapat memanen 3-4 kali panen dengan harga perkilogramnya 5 ribu hingga 8 ribu rupiah tergantung besar kecil dan jenis buah Naganya.
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN siap mendukung Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berkelanjutan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen ini tercermin melalui salah satu layanan PLN yang mampu menghadirkan listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) atau Green Energy As a Service (GEAS) guna memenuhi perkembangan kebutuhan industri di Tanah Air.
Pemandangan pertanian buah Naga Merah saat panen yang berumur 7 tahun di Muncar, Banyuwangi. (19/06/2024). Aliran listrik dari PLN sangat berguna untuk mendukung perkembangbiakan buah Naga dari awal pembibitan hingga panen tiba. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS / Bram Selo AM
Petani menenunjukkan panen buah Naga Merah yang berumur 7 tahun di Muncar, Banyuwangi. (19/06/2024). Aliran listrik dari PLN sangat berguna untuk mendukung perkembangbiakan buah Naga dari awal pembibitan hingga panen tiba. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS / Bram Selo AM
Petani menenunjukkan panen buah Naga Merah yang berumur 7 tahun di Muncar, Banyuwangi. (19/06/2024). Aliran listrik dari PLN sangat berguna untuk mendukung perkembangbiakan buah Naga dari awal pembibitan hingga panen tiba. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS / Bram Selo AM
Petani merawat Bawang Merah yang berusia 40 hari di lahannya yang dilindungi dengan lampu LED di kawasan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (18/6/2024). Petani menggunakan Lampu LED yang dialiri listrik yang berguna untuk memancing ulat keluar diwaktu malam kemudian disemprot dengan cairan untuk membunuh ulat yang sering memakan daun Bawang Merah tersebut. Ulat pada tanaman akan produktif pada musim kemarau dan mengganggu produktivitas tanaman Bawang Merah. Aliran listrik dari PLN menjadi penopang utama kelangsungan hidup Bawang Merah. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS / Bram Selo AM
Petani merawat Bawang Merah yang berusia 40 hari di lahannya yang dilindungi dengan lampu LED di kawasan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (18/6/2024). Petani menggunakan Lampu LED yang dialiri listrik yang berguna untuk memancing ulat keluar diwaktu malam kemudian disemprot dengan cairan untuk membunuh ulat yang sering memakan daun Bawang Merah tersebut. Ulat pada tanaman akan produktif pada musim kemarau dan mengganggu produktivitas tanaman Bawang Merah. Aliran listrik dari PLN menjadi penopang utama kelangsungan hidup Bawang Merah. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS / Bram Selo AM
Petani merawat Bawang Merah yang berusia 40 hari di lahannya yang dilindungi dengan lampu LED di kawasan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (18/6/2024). Petani menggunakan Lampu LED yang dialiri listrik yang berguna untuk memancing ulat keluar diwaktu malam kemudian disemprot dengan cairan untuk membunuh ulat yang sering memakan daun Bawang Merah tersebut. Ulat pada tanaman akan produktif pada musim kemarau dan mengganggu produktivitas tanaman Bawang Merah. Aliran listrik dari PLN menjadi penopang utama kelangsungan hidup Bawang Merah. PLN juga mendukung visi Pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang berbasis energi bersih | MettaNEWS /Bram Selo AM