SUKOHARJO, MettaNEWS – Knalpot brong, suku cadang tak standar yang sering dirazia oleh polisi karena bersuara bising, biasanya dimusnahkan. Namun, Polres Sukoharjo memilih cara lain, dengan bantuan seniman, ratusan knalpot sitaan diubah menjadi monumen berbentuk burung elang.
“Tidak kurang dari 200 knalpot, diserahkan kepada kami untuk dibuatkan monumen yang nantinya akan dipasang di barat Jembatan Bacem. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan knalpot brong,” ujar Edi Cahyo Setiarto, pimpinan Mata Jiwa Studio ketika ditemui MettaNews di bengkel seninya di Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Rabu (9/3/2022).
Edi mengisahkan, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho memintanya untuk membuat monumen. Selain harus bernilai estetis untuk dinikmati mata, juga harus memiliki fungsi edukasi.
“Kami memilih bentuk burung elang, karena lekuk-lekuk knalpot mudah disesuaikan dengan bentuk fisik burung elang. Nantinya monumen ini tidak dicat, supaya publik paham itu berbahan knalpot, mengingatkan semua orang untuk tidak menggunakan knalpot brong, bisa disita dan dimusnahkan karena melanggar aturan,” paparnya.
Sihono, perupa di Mata Jiwa Studio melanjutkan, monumen elang dari bahan knalpot itu nantinya akan berdimensi tinggi 170 cm dengan berat sekitar 500 kg. Pembuatan patung dimulai bulan Februari dan saat ini sudah mencapai 80 persen.
Dibantu dua pekerja, Sihono memotong knalpot-knalpot dan merangkainya dengan las listrik. Sedikit kesulitan yang dia alami, knlapot dirancang untuk dipasang di sisi kanan sepeda motor. Ini membuatnya agak sulit dibuat simetris sebagaimana postur burung elang.
“Awalnya kami siapkan kerangka dari besi, baru knalpot dirangkai menempel di sana. Karena kalau hanya knalpot tanpa kerangka, tidak akan bertahan lama. Knalpot kan bahannya pelat stainless tipis, tidak akan bertahan lama. Untuk finishing, nanti pakai cat clear supaya semua orang masih bisa melihat itu knalpot,” ujarnya.
Saat ini, pengerjaan patung tinggal merapikan beberapa detil, ditambah pada bagian cakar akan dibentuk seolah-olah burung elang hinggap pada dahan kayu. Setelah selesai, nantinya akan dipasang di atas alas beton setinggi dua meter, dengan bantuan peralatan derek.
Mata Jiwa Studio yang bergerak di bidang patung berdiri sejak 2013, dengan berbagai karya sudah bertebaran di dalam negeri, bahkan juga diekspor antara lain ke Inggris. Karya yang masih segar, patung-patung hewan simbol shio untuk menyambut tahun baru Imlek di jantung kota Solo, juga dibuat di sini.









