Usai Gusti Bhre Mundur Koalisi Partai Pendukung Sepakat Usung Respati Ardi- Astrid Widayani

oleh
oleh
Respati Ardi
Respati Ardi terpilih sebagai Ketua Umum Hipmi Surakarta periode 2023-2026 | MettaNEWS/Puspita

SOLO, MettaNEWS – Usai KGPAA Mangkunegara X mundur dari pencalonan sebagai wali kota Solo, Sekretaris DPD Partai Golkar Solo, Taufiqurrahman menyampaikan partai pendukung sepakat mengusung Respati Ardi dan Astrid Widayani.

Partai pendukung tersebut adalah Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Kemarin jari Selasa kami kumpul. Partai-partai mengumumkan bahwa Gusti Bhre mundur. Dan ini kami melihat beberapa hal sudah 99.99 persen ternyata mundur,” tutur Taufiqurrahman, Rabu (28/8/2024).

Menyambung keputusan tersebut, Taufiqurrahman menegaskan ada satu kesepakatan tetap mengusung Astrid Widayani.

“Dan tidak sampai sehari tadi malam langsung ada keputusan bahwa Ardi menduduki cawali. Partai politik yang lain sudah tidak ada komentar jadi y akita terima,” tutur Taufiqurrahman.

Untuk langkah selanjutnya, dan hari ini pada pengurus rekomendasi ke partai nya masing2 karena rekomendasi di Gusti bhre kemarin sudah turun semua, jadi koalisi 6 partai ini tetap berjalan dengan figur respati jadi tetap kita dukung,

“Hari ini mengurus rekomendasi ke partai masing-masing. Karena rekomendasi di Gusti Bhre kemarin sudah turun semua. Jadi koalisi 6 partai ini tetap berjalan dengan figure Respati jadi tetap kita dukung,” tandasnya.

Taufiqurrahman mengungkapkan pada rapat Selasa malam itu tidak disebutkan alasan pengunduran diri Gusti Bhre.

“Itu alasan pribadi, alasan keluarga, langsung ke Gusti Bhre saja. Kalau soal restu keluarga ya kemungkinan itu. Jadi kalau saya lebih tepatnya itu alasan pribadi dan menyangkut keluarga. Karena beliau seorang raja jadi perlu pertimbangan-pertimbangan yang sangat matang,” tandasnya.

Politisi senior Partai Golkar ini menyebut munculnya nama Respati Ardi tidak kebetulan. Ada beberapa landasan sebelum akhirnya nama ini mencuat.

“Jadi muncul nya ini sebenarnya tidak kebetulan juga, karena dia pernah di Gerindra, Golkar, dan pernah ada surat pernyataan kesanggupan bahwa dia masih patut, itu hari Senin. Dan begitu cepatnya, dan figur ini disepakati karena kita ingin 6 partai ini lanjut dalam satu koalisi,” tandasnya lagi.

Ia menegaskan 6 partai yang masuk koalisi termasuk PKS semuanya setuju dan siang ini aka nada rapat bersama dengan tim Respati Ardi.

“Pengganti figur ini menjadi persoalan sendiri dan memang disadari atau tidak Gusti Bhre dengan Respati berbeda. Karena ini nanti Gusti Bhre juga mendukung, beliau tidak akan lepas, tetapi dengan kekompakan 6 partai ini melihat, nanti Gusti Bhre juga akan ikut di dalam tim ini,” tukasnya.

Dengan pengunduran diri Gusti Bhre ini, pihaknya mengaku sedikit terkejut karena komunikasi yang terjalin baik selama ini mengarah pada satu tujuan yang sama.

“Secara pribadi yang meminta mundur Gusti Bhre, tidak ada yang meminta baik dari partai politik maupun pemerintah. Kalau mas Respati ini orangnya pendiam, tapi penuh perhitungan. Saya melihat kualitasnya insyaallah baik, yang penting bisa meneruskan kepemimpinan mas Gibran, program apapun,” pungkasnya.