SOLO, MettaNEWS – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta menggelar Kadin Gathering & Public Discourse. Diskusi ini untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus Kadin serta membuka ruang diskusi dan pertukaran ide tentang kemajuan Surakarta. Dengan harapan dapat menciptakan sinergi dan kolaborasi untuk masa depan yang lebih baik. Dihadiri oleh sejumlah nama yang telah masuk ke dalam bursa pemilihan calon walikota Surakarta 2024 seperti
Teguh Prakosa, Astrid Widayani, dan Her Suprabu. Dengan semangat “Together We Grow” yang dipilih sebagai tema acara, Kadin Surakarta ingin mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh organisasinya yaitu gotong royong, inklusivitas, dan kolaborasi. Nilai-nilai ini tidak hanya tentang bekerja sama dalam arti kebatinan kebersamaan, namun juga tentang memastikan bahwa tidak ada satupun pihak yang tertinggal.
Ketua Kadin Kota Surakarta Ferry Septha Indrianto memberikan apresiasi pada pemerintah kota Surakarta di bawah kepemimpinan Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa saat ini atas ekonomi yang terus bertumbuh
“Kadin Kota Surakarta sebagai sektor swasta turut menyangga pertumbuhan ekonomi. Seperti dengan program Solo Great Sale Tahun 2024 ini yang masih di dalam penghitungan. Sedangkan pada 2023 lalu jumlah transaksinya mencapai Rp 2,9 triliun dan pada 2022 mencapai Rp 1,3 triliun. Pertumbuhan ini juga didorong oleh kunjungan wisatawan ke Solo yang secara langsung mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seperti melalui pajak terkait sektor perhotelan dan restoran. Tak hanya itu, penetrasi digitalisasi penggunaan pembayaran digital pada UMKM juga terjadi pada program ini” ungkap Ferry dalam sambutannya.
Di bawah kepemimpinan Ferry, Kadin Kota Surakarta terus berupaya untuk meningkatkan ekonomi dan memajukan UMKM lokal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain: pelatihan UMKM Soloraya bersama Kadin Indonesia dan Pandi serta Educlass
yang menyediakan pelatihan digitalisasi, berkontribusi dalam acara Dekranas. Menyediakan kesempatan akses pasar melalui Solo Great Sale 2024, Rumah
Kurasi UMKM yang menyediakan tempat pelatihan bagi UMKM yang tersaring. Memberikan Kredit Start-Up Millenial berkolaborasi dengan Bank BRI.
Ferry menambahkan pesan penting agar Aglomerasi Soloraya dapat diperhatikan dalam transisi kepemimpinan walikota lainnya.
“Meskipun pertumbuhan ekonomi positif, kami menghimbau untuk harus waspada dengan tantangan ekonomi global yang semakin tidak pasti. Saat ini rupiah terus naik, suku bunga tinggi, dan dunia usaha perlu waspada dan adaptif menghadapi tantangan ini. Beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam menghadapi tantangan ini yakni dengan memastikan pertumbuhan ekonomi ini berlanjut, pendekatan dan cara-cara yang dilakukan harus out of the box, paling penting yakni kolaborasi.
“Gagasan yang kami usung yakni Aglomerasi Soloraya sebagai satu
kesatuan konsep yang mendorong perekonomian Solo sebagai sentra baru
pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan Indonesia,” ungkap Ferry.
Acara dilanjutkan dengan diskusi publik yang dipimpin oleh Ketua Persatuan
Wartawan Indonesia, Anas Syahirul A. Diskusi ini mendalami cara meningkatkan ekonomi dan lapangan pekerjaan demi kesejahteraan masyarakat. Setiap calon pemimpin memiliki pandangan unik. Mulai dari Astrid Widayani yang menekankan strategi kenaikan indeks ekonomi, Her Suprabu berfokus pada MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), event, dan budaya. Teguh menekankan pentingnya memajukan UMKM, dan Ketua Hipmi, Respati Ardi, mengemukakan cara membangun generasi dan melindungi pengusaha pemula.
Pembahasan juga menyoroti penurunan angka pengangguran meski diiringi
penurunan pekerjaan formal dan peningkatan pekerjaan informal. Her Suprabu menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup Gen Z di Surakarta cenderung memilih pekerjaan informal atau bekerja di luar kota meskipun tinggal di Solo.








