SOLO, MettaNEWS – Gelaran Solo Great Sale ke 10 inisiasi dari Kadin Kota Surakarta memberikan dampak nyata pada peningkatan perekonomian di Solo Raya. Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha
Indrianto, memaparkan potensi luar biasa Kota Solo melalui kegiatan Solo Great
Sale yang berdampak mendorong perekonomian.
Bertempat di Royal Pringsewu, Sabtu (8/6/2024) Kadin Kota Surakarta mengajak semua pihak untuk menyamakan
persepsi tentang pentingnya aglomerasi Soloraya bagi pertumbuhan wilayah Soloraya. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Surakarta, Budi Murtono, dan Kepala Perwakilan dari Bank Indonesia, Dwiyanto Cahyo Sumirat, yang turut mendukung adanya aglomerasi Soloraya ini.
“Pada pintu investasi, Kadin mendatangkan 97 direksi se Jawa Tengah dari berbagai instansi. Untuk mendorong pelaksanaan kemitraan antara perusahaan PMA/PMDN dengan UMKM di daerah. Selain itu, Kadin Surakarta mampu menghasilkan 66 kerjasama antara business to business oleh pemilik tempat wisata, hotel, dan pusat
perbelanjaan dengan ekonomi kreatif,” jelas Ferry.
Solo Great Sale 2024 lanjut Ferry memiliki jumlah pelaku usaha mencapai 23.196, dan 201.375 user pada aplikasi. Untuk pariwisata, terdapat 170.399 penumpang kereta api yang memanfaatkan diskon 10%. Soĵsekaligus mendapatkan poin undian dalam rangka Solo Great Sale.
“Data ini menunjukkan bahwa Kadin Surakarta melalui acara Solo Great Sale
mampu memberikan dampak signifikan di pintu investasi, ekonomi kreatif, dan
pariwisata di Surakarta, dan aktivasi tersebut akan masih terus dilakukan setelah Solo Great Sale ini,” urainya.
Menyambut baik inisiasi Kadin Surakarta, Pemerintah kota Surakarta melalui Sekretaris Daerah, Budi Murtono, sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan
dalam menggerakan perekonomian daerah.
“Pemerintah kota Surakarta sangat berharap sinergi antara pemerintah dan para pelaku usaha dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kota Solo bahkan pada wilayah aglomerasi Solo Raya,” kata Budi.
Budi menyebut SGS ke 10 berbeda dari tahun sebelumnya. Yang berlangsung pada saat low season.
Budi menyampaikan, Pemkot sangat mengapresiasi inovasi ini. Berani menggelar event dalam suasana yang berbeda.
“Pemkot melihat dari sisi dampak pendapatan asli daerah (PAD). Ternyata cukup memberi dampak pada kenaikan PAD khususnya dari pajak hotel dan restoran,” tutur Budi.
Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menyampaikan berbagai manfaat dan dampak positif aglomerasi Soloraya.
“SGS menjadi sarana Bank Indonesia dan Pemkot untuk mengedukasi masyarakat tentang sistem digital perekenomian. Semakin terbiasa menggunakan sarana-sarana digital sehingga memudahkan transaksi,” terang Anto.
Anto melihat aglomerasi Solo Raya akan berdampak positif pada menekan angka inflasi daerah.
“Keberadaan aglomerasi Solo Raya akan mendukung pengendalian inflasi. Dengan aglomerasi daerah yang hasil bahan pokoknya berlebih dapat menopang daerah yang kurang. Sehingga harga tetap stabil dan tidak terjadi ketimpangan,” tandas Anto.
Anto menambahkan melihat inisiasi ide aglomerasi Soloraya dapat mendorong peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja baru, menjaga inflasi, dan mendorong daya beli masyarakat.
Setelah Solo Great Sale, kegiatan unggulan akan tetap terus diupayakan untuk diselenggarakan. Seperti di bidang sport
tourism (Solo Berlari), perdagangan (Peken to Peken), dan pariwisata (Helitour).








