SGS Bakal Gelar STTIE 2025, Siap Jadikan Soloraya Kawasan Aglomerasi Investasi

oleh
SGS
Ketua Panitia SRGS 2025, Ferry Septha Indrianto saat memberikan keterangan terkait STTIE 2025 | Dok. SGS

SOLO, MettaNEWS – Soloraya Great Sale (SGS) 2025, bersiap menggelar agenda pamungkas bertajuk Soloraya Trade, Tourism, and Investment Expo Forum (STTIE). Agenda ini menjadi penutup sekaligus tonggak penting bagi wacana menjadikan Soloraya sebagai kawasan aglomerasi yang siap investasi.

Ketua Panitia SGS 2025, Ferry Septha Indrianto, menegaskan bahwa tantangan ekonomi harus dijawab dengan penciptaan skala ekonomi yang lebih besar.

Salah satu langkah krusial adalah menyatukan kebijakan investasi antarwilayah di Soloraya, sehingga menjadi kawasan yang menarik dan efisien bagi para investor.

“Seperti disampaikan Pak Sekda Provinsi tadi, di balik tantangan selalu ada kesempatan. Kesempatannya adalah menjadikan Soloraya satu kawasan investasi terpadu. Tanpa sinkronisasi kebijakan dan regulasi antar daerah, kita tidak akan mencapai lompatan ekonomi yang diharapkan,” ujar Ferry.

STTIE 2025 akan berlangsung pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025, dengan menghadirkan Paviliun Promosi dari tujuh kabupaten/kota di Soloraya, meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.

Masing-masing daerah akan menampilkan potensi wisata dan peluang investasi unggulan dalam satu zona terintegrasi.

“Ketika tujuh daerah ini menyatu secara promosi, kita menciptakan efisiensi dan kekuatan kolektif. Ini bukan hanya expo biasa, tapi cara kita menunjukkan kesiapan Soloraya sebagai kawasan yang ramah investasi,” lanjutnya.

Puncak dari STTIE 2025 adalah penyelenggaraan Investment Forum pada 1 Agustus, yang akan menghadirkan skema Table Top Meeting antara pemerintah daerah dan calon investor. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dijadwalkan membawa delegasi investor dari berbagai sektor.

“Kalau kita ingin memenangkan pertandingan di bidang investasi, kita harus menyiapkan diri sebagai satu kawasan yang solid. STTIE menjadi langkah strategis untuk mewujudkan itu,” tegas Ferry.

Dengan semangat aglomerasi, STTIE diharapkan menjadi bukti bahwa Soloraya bukan hanya sekadar proyek sinergi, tetapi kebutuhan nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Jawa Tengah.