Banyak Dicari untuk Sadranan, Buah Pisang hingga Jeruk Naik Perlahan di Pasar Legi Solo

oleh
buah
Harga buah-buahan di Pasar Legi Solo mulai merangkak naik di waktu sadranan, Senin (4/3/2024) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menyambut bulan suci Ramadhan, masyarakat Jawa menjalani tradisi sadranan atau nyadran. Nyadran merupakan rasa syukur yang dilakukan dengan mengunjungi makam, membuat dan membagikan makanan tradisional.

Di waktu inilah masyarakat banyak membeli kebutuhan salah satunya buah-buahan. Akibat tingginya permintaan, harga buah-buahan di pasaran naik. Hal ini diakui Sri Sulastri, salah satu pedagang pisang Pasar Legi.

“Masa sadranan harga buah-buahan hampir semua naik. Pisang naik sudah setengah tahunan, sebelum ruwahan harganya memang sudah naik, ruwahan tambah naik signifikan. Naik pertengahan Februari jelang Imlek, yang paling tinggi hampir semua jenis Rojo Ambon, Kepok sama pisang kulit tipis,” ujarnya kepada Mettanews, Senin (4/3/2024).

Harga pisang Rojo tembus Rp 50.000/sisir dari yang semula Rp 40.000. Kepok dan Ambon Rp 25.000 dari yang biasanya Rp 20.000.

“Kalau stok berkurang sih enggak, tetap ada supplier dari Sumber Lawang sama Merapi. Permintaan ada setiap hari yang utama buat bahan roti, pisang kepok buat gorengan sama rumah sakit. Ini naik karena ruwahan tapi ya nggak banget kalau barangnya ada,” kata Sri.

Sementara itu penjual buah lainnya, Bandi menyebut kenaikan terjadi pada jenis buah jeruk Medan dan buah naga.

“Kenaikan ada sedikit, paling banyak dicari jeruk salak apel sama, salak naik sedikit satu kilonya naik Rp 2000. Jeruk besar Medan itu sampai Rp 27.000/kg, buah naga naik sekarang Rp 14.000 biasanya kan cuma Rp 10.000. Kalau datangnya banyak bisa standar harganya tapi kalau sedikit bisa naik harganya, naik karena permintaan tinggi,” jelasnya.