SOLO, Metta NEWS – Angka konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Solo terus meningkat. Data angka paparan covid harian pada Senin (21/2/2022) jumlah kasus baru terkonfirmasi positif sebanyak 225 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif hingga hari ini mencapai 3156 orang.
Kenaikan paparan covid ini cukup cepat mengingat data dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta, pada dua pekan pertama Februari terdapat 1000 orang yang terpapar dan meningkat sangat pesat hingga menjadi 2000 pada pekan berikutnya. Tanpa rem, seminggu kemudian (minggu ini) warga Solo yang terkonfirmasi positif mencapai 3000 an orang
Dengan kondisi ini Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengatakan, Solo level PPKM di Solo kembali naik menjadi level 3.
“Perlu kewaspadaan, ini sudah naik. Naiknya sudah sangat tinggi, segera menuju puncak. Tapi tenang saja yang penting waspada,” tandas Gibran ketika ditemui usai raker Satgas Penanganan Covid di Manganti Praja Balai Kota, Senin (21/2/2022).
Wali Kota Gibran memperkirakan meskipun melebihi puncak varian delta pada waktu dulu di angka 2500, saat ini belum merupakan puncak dari varian yang diprediksi adalah omicron ini.
“Prediksi puncaknya 2 atau 3 minggu lagi mungkin. Tapi moga-moga tidak selama itu,” ujar Wali Kota.
Gibran meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan tidak abai protokol kesehatan.
“Tenang saja, meskipun angka covidnya naik, positivity rate nya naik, tapi BOR nya masih aman. Tadi sudah saya instruksikan untuk penambahan bed,” tuturnya.
Dengan tingginya angka paparan covid di Solo Raya, Gibran mengatakan aglomerasi Solo Raya kembali naik level menjadi ppkm level 3.
“Kita aglomerasi level 3, SE nya sudah kita siapkan, tidak ada aturan yang gimana-gimana banget. PTM jalan terus, event-event jalan terus, kegiatan meeting di hotel-hotel jalan terus,” ungkap Gibran.
Ayah Jan Ethes ini menyebut vaksinasi menjadi salah satu penanganan karena sudah terbukti efektif.
“Sebenarnya jumlah kasusnya sudah melewati puncaknya delta kemarin tha, tapi jumlah BOR dan lainnya tidak separah delta, tidak perlu takut atau panik, BOR naik soalnya belum kita tambah. Kita bandingkan waktu delta dulu dengan jumlah kasus yang sama dulu kan sudah nambah tenda, di parkiran, sekarang tidak. Tadi saya lihat 68% pasiennya luar kota. Daya tampung RS masih dalam batas aman,” pungkas Gibran.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengaku jajaran tenaga kesehatan di Solo sudah lelah dan banyak yang terpapar.
“Kan kekuatannya sudah berkurang ini. Ini baru saya suruh inventarisasi. Kalau puskesmas ku itu 15 puskesmas sudah ada yang terpapar. Artinya kekuatan untuk menangani pasien itu turun kan,” ungkap Siti.








