Kartu Merah Mamadou Doumbia dan 2 Gol Dianulir, Pelatih Mali U-17: Wasit Memihak di Babak Pertama

oleh
Mali
Duel Timnas Mali U-17 melawan Timnas Spanyol U-17 dalam laga penyisihan Grup B Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Senin (13/11/2023) | MettaNEWS / Robertus Dhimas

SOLO, MettaNEWS – Pelatih Timnas Mali U-17, Soumalia Coulibaly merasa wasit memihak ke Timnas Spanyol di babak pertama laga penyisihan Grup B Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan, Senin (13/11/2023).

Soumalia merasa anak asuhnya telah bermain dengan bagus dalam pertandingan malam ini. Selanjutnya ia ingin para pemain fokus di laga lanjutan melawan Kanada.

“Tidak (ada komentar), kami bermain di lapangan dengan baik. Saya senang dengan para pemain muda kami, karena mereka main dengan bagus. Saya pikir wasit agak memihak di babak pertama, tapi itu bukan masalah. Kami harus konsentrasi di game selanjutnya versus Kanada untuk menang,” ujarnya.

Saat ini Mali berada di posisi kedua klasemen Grup B Piala Dunia U-17 dengan 3 poin. Sedangkan di posisi pertama, Spanyol bertengger dengan 6 poin setelah mengalahkan Mali 1-0.

“Kami tidak peduli, kami main bagus. Kami senang. Kami akan ambil tiga poin dari Kanada nanti,” kata Soumalia.

Menyoal kartu merah yang dijatuhkan ke striker andalannya, Mamadou Doumbia,  Soumalia tidak terlalu menganggap pusing hal ini.

“Kami punya 21 pemain. Dia (Mamadou Doumbia) pemain penting bagi kami, namun kami harus bermain seperti tadi,” terangnya.

Pelatih Mali U-17 itu menganggap pertandingan malam ini telah usai. Ia menegaskan bahwa timnya akan fokus ke laga lanjutan di babak penyisihan Grup B Piala Dunia U-17.

“Kami skor terlebih dahulu 2 kali. Tapi wasit menganulirnya. Setelah itu, kami dapat red card, apa yang harus saya katakan. Game hari ini sudah selesai, kami akan fokus di next game,” katanya.

Soumalia menargetkan tiga poin di babak lanjutan. Poin ini akan menjadi tiket untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17.

“Lami harus dapat satu atau tiga poin. Kami ingin melaju ke baban selanjutnya,” ujarnya.

Menyoal keputusan VAR yang menganulir satu gol dari Ange Martial Tia di menit ke-31. Soumalia menyebut keputusan tersebut adalah bagian dari permainan wasit.

“Ya, hari ini kami tidak menggunakan VAR. Last game versus Uzbekistan kami dapat dua (kali) VAR. Tapi hari ini tidak. (Efek) Ya, saya sudah bilang di awal wasit seperti take side (memihak). Tapi tidak masalah,” kata dia.

Pemain penyerang Mali U-17, Ange Martial Tia mengakui pertandingan kali ini merupakan game yang sulit untuk kedua tim.

“Match yang sulit antara dua tim yang bagus. Jadi pertandingan berjalan dengan sulit. Pemain Mali punya fisik (yang bagus) dan cepat,” ujar pemain nomor punggung 10 itu.

Pemain berusia 16 tahun itu ingin fokus ke babak lanjutan melawan Uzbekistan.

“Sangat senang bisa ke babak selanjutnya. Tapi saya fokus ke kali ini dulu untuk melawan Uzbekistan, ini penting untuk menjadi yang pertama di grup,” tukasnya.