Solo Batik Fashion “Plus Size Urban Style” Dobrak Standar Kecantikan Dunia Modeling

oleh
Solo Batik Fashion
Pre event Solo Batik Fashion (SBF) ke-15 di Kampung Wisata Batik Kauman, Senin (2/10/2023) | Magang UNS / Kahfi Harahap

SOLO, MettaNEWS – Solo Batik Fashion (SBF) 2023 mencoba mendobrak standar kecantikan di dunia modeling. Lewat kegiatan bertemakan Plus Size Urban Style, SBF 2023 menghadirkan 157 model pria dan wanita berbadan gemuk.

Mereka akan berlenggak lenggok di Koridor Gatot Subroto pada 14 Oktober mendatang. Adapun acara ini digelar sebagai perayaan Hari Batik Nasional 2023 yang jatuh pada 2 Oktober.

Memilih lokasi Kampung Wisata Batik Kauman, 17 model mulai memamerkan busana batik plus size industrial pada pre event SBF, Senin (2/10/2023).

Director Program SBF, Heru Mataya menyebut tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-15.

“Solo Batik Fashion spesial menampilkan sahabat-sahabat yang plus size untuk bisa menengahkan karya para fashion desainer di Indonesia. Solo Batik Fashion menjadi satu pertunjukan fashion yang mudah-mudahan tahun ini menjadi yang berbeda dan semakin baik ke depannya,” ujar Heru.

Plus Size Urban Style mematahkan anggapan bahwa model fashion show haruslah berbadan langsing. Mereka yang berbadan plus size pun miliki kesempatan yang sama untuk menggenakan karya-karya para fashion desainer.

“Kita pengin bahwa fashion show milik bersama dan karya-karya fashion batik adalah orang bisa mengenakan semua bisa tampil di satu panggung Solo Batik Fashion,” kata Heru.

157 model itu nantinya akan mengenakan beragam rancangan dari para desainer dan komunitas Solo, Jakarta, Tangerang, Bali bahkan Medan. Mereka yang terpilih telah melewati masa penilaian dari segi cat walk, fotogenik dan top model.

Solo Batik Fashion
Salah satu model berlenggak-lenggok di pre event Solo Batik Fashion ke-15 di Kampung Wisata Batik Kauman, Senin (2/10/2023) | Magang UNS / Kahfi Harahap

Dibutuhkan waktu 7 bulan untuk menggodok SBF tahun ini agar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu ruang bagi fashion desainer bisa lebih berkembang. Karena pasar desainer luar biasa besarnya baik secara nasional maupun internasional. Tujuan utama bisa lebih memperkuat busana plus size secara internasional,” pungkasnya.

Salah satu model, Nina Herlina ikut memeriahkan SBF bertemakan plus size. Ia yang merupakan mantan Ratu Mega di tahun 2002 silam mencoba terjun kembali ke dunia modeling.

Nina beralaskan tema plus size yang diusung SBF mendorongnya untuk ikut berpartisipasi.

“Tema plus size itu yang membuat saya pengin ikut.  Karena body-nya sudah nggak kaya dulu sekarang body-nya plus. Tapi kita masih boleh berajang mengeluarkan bakat,” ujar wanita yang berprofesi sebagai Kasubag Tata Usaha PT Kawasan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo itu.

Busana yang ia kenakan kali ini merupakan buah karya fashion desainer etnik asal Solo, Indrias Senthir bertemakan Harajuku style.