SOLO, MettaNEWS – Program pelatihan literasi digital Tular Nalar sasar pemilih pemula dan masyarakat lanjut usia jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Berkolaborasi dengan Mafindo dan Love Frankie berhasil menggelar rangkaian acara bertajuk Selebrasi Kolaborasi Bersama Tular Nalar. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Walikota Surakarta juga mendapat support dari Google.org.
Selebrasi ini berisi serangkaian kegiatan seperti talkshow, workshop komunitas dan performance games. Berbagai kelompok dan komunitas menjadi pesertanya, antara lain Kelompok Bina Lansia Sehat PMI Surakarta, Komunitas Emak Blogger, Perpustakaan Masjid Raya Zayed Syekh Solo. Jurnalisme Berkebangsaan, Perpustakaan Ganesa, Digital Library Sunan Hotel, Difa Litera, Komunitas ALZI, PKK Kota Solo, dan Komunitas Bocah Pintar.
Talkshow berkolaborasi dengan Think Policy ini menghadirkan Sugeng Riyanto, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Reza Dian Akbar, Dosen dan Peneliti Politik serta Triana Rahmawati, Founder Happines Family.
Selebrasi Kolaborasi Bersama Tular Nalar ini menjadi perayaan dan peringatan keberhasilan program yang telah berjalan lebih dari tiga tahun. Sebagai program pelatihan literasi digital, Tular Nalar secara konsisten melakukan kegiatan-kegiatan. Yang bertujuan membekali masyarakat Indonesia dengan kemampuan literasi digital dan berpikir kritis sejak tahun 2020. Pada tahun ini, program Tular Nalar akan fokus menyasar first-time voters, pre-lansia, dan lansia dalam menghadapi tahun politik dan pemilu 2024.
Program Manager Tular Nalar Santi Indra Astuti mengatakan bahwa pada Tular Nalar memiliki kurikulum yang mengedepankan metode prebunking. Ini berguna dalam menghadapi arus misinformasi pada tahun politik ini.
“Kerjasama dengan Love Frankie dengan Tular Nalar dan Mafindo, goals nya adalah untuk menciptakan pesta demokrasi yang lebih kondusif terutama tahun politik nanti” tambah Juli Rochlanawaty Binu, Program Manager Love Frankie.
Literasi digital jadi alat penangkal hoax
Sejalan dengan hal tersebut Budi Wahyono, Ketua Bawaslu Solo mengatakan bahwa hoax menjadi hal yang berbahaya bagi demokrasi. Untuk itu kehadiran Tular Nalar memiliki peran penting terlebih saat menghadapi tahun pemilu seperti sekarang.
Mewakili Wakil Walikota Surakarta, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Surakarta Kentis Ratnawati menyambut baik program dari Tular Nalar. Terutama dalam pengembangan literasi digital di kota Solo.
“Dengan semakin mendekatnya tahun politik dan momentum pemilu, kami berharap Tular Nalar akan menjadi wadah yang menginspirasi masyarakat. Untuk berpartisipasi aktif dalam melawan hoaks, menganalisis informasi, serta mendukung demokrasi yang sehat,” jelasnya.
Capaian Tular Nalar hingga tahun ketiganya saat ini adalah 751 fasilitator, 10.346 peserta lansia, 8.947 peserta dewasa, dan 10.069 peserta usia muda. Jangkauannya meliputi 108 kota di 38 propinsi di Indonesia, dan telah berkolaborasi dengan 164 entitas. Termasuk komunitas masyarakat, instansi pemerintahan. Serta institusi pendidikan melalui inisiasinya yaitu Akademi Digital Lansia serta Sekolah Kebangsaan untuk para siswa dan mahasiswa.







