SOLO, MettaNEWS – Tular Nalar sebagai pencetus kegiatan Akademi Digital Lansia mengelar acara di Markas PMI Solo Kamis (16/2/2023). Kegiatannya ini terkhusus untuk masyarakat usia lanjut yang berada di kota Solo.
Dengan menanamkan Lansia cakap digital, Tular Nalar memberikan pengetahuan bagi masyarakat lanjut usia. Untuk memahami penyebaran berita hoax, penipuan onlien dan bijak mengungkapkan sosial media.
Organisasi yang bermitra dengan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) ini bekerjasama untuk melawan infodemic atau wabah hoax.
PIC kegiatan Tular Nalar Solo sekaligus wakil ketua Mafindo Solo Cosmas Gunharjo mengungkapkan, kegiatan ini mereka khususkan untuk usia Lansia (60 keatas) atau pra-lansia (40 keatas) untuk memahami digital. Kurang lebih 100 peserta dari Lansia PMI Solo ikut andil dalam kegiatan tersebut.
“Saat ini lansia sering menjadi korban dari penipuan, betia hoax, pemfitnahan hingga pencurian data pribadi. Intinya kita latih mereka agar kebal dari kejahatan tersebut,” ungkapnya pada sela-sela acara (16/2/2023).
Selain itu pihaknya juga menekankan untuk cek fakta, di segala bidang. Agar para lansia bisa mengetahui secara pasti informasi dan tidak menelan secara mentah-mentah.
“Karena memang sering lansia ini tiba-tiba share di grub keluarga atau komunitasnya tentang informasi. Nah kita hindari seperti itu agar lansia tidak termakan Isu Hoax,” Jelasnya.
Akademi Digital Lansia, Kiprah Tular Nalar Berantas Hoax

Tular Nalar ini sudah beberapa tahun menggencarkan pelatihan seperti ini. Pihaknya menyasar mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik seperi guru atau dosen hingga lansia seperti saat ini.
Pihaknya juga terus memperbarui materi setiap ada perkembangan. Seperti contoh penipuan online yang pada tahun-tahun sebelumnya belum menjadi masalah yang merebak di masyarakat. Pihak Tular Nalar pun membuat pelatihan untuk menghindari Cybercrime tersebut.
“Kita selalu memperbaharui ya, suapaya ngga ketinggalan. Jadi antisipasi bisa related dengan isu-isu yang sedang hangat-hangatnya,” jelas Cosmas.
Ia berharap untuk lansia yang telah melakoni pelatihan ini dapat menghindari penipuan, membedakan berita Hoax dan yang paling utama dapat cakap digital.
Sementara itu Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto mengungkapkan kegiatan ini adalah hal yang sangat dibutuhkan para lansia. Yang mana saat ini merupakan zaman milenial yang serba digital.
” Mau tidak mau kita harus tahu apa itu digital, agar bisa menyesuaikan dengan anak cucu kita. Dan dapat menghindari kejahatan digital yang marak terjadi,” ungkapnya.
PMI Solo pun berterima kasih kepada Mafindo dan Tular Nalar atas terselenggaranya pendidikan digital untuk lansia PMI Solo. Ia berharap para lansia usai pendidikan singat ini bisa membuat melek digital dan dapat membagi ilmu positif ini kepada keluarganya.









