Baznas Surakarta Salurkan Tasaruf Senilai Rp 600 Juta Lebih untuk 275 Mustahik

oleh
oleh
Baznas
Baznas menyalurkan tasaruf senilai Rp 600 juta lebih untuk 275 mustahik bertempat di Masjid Agung, Rabu (23/8/2023) | MettaNEWS/Puspita

SOLO, MettaNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surakarta menyalurkan tasaruf senilai Rp 600 juta lebih untuk 275 mustahik atau penerima manfaat. Hadir dalam penyerahan tasaruf ini Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, Rabu (23/8/2023) di Masjid Agung Surakarta.

Ketua Baznas Kota Surakarta, Muh Qoyim, menjelaskan secara rinci menyerahkan modal usaha untuk 187 penerima, 80 alat usaha berupa 23 mesin jahit, 10 mesin cuci, 4 kompresor, 3 becak dan 40 gerobak usaha.

Tidak hanya barang dan modal usaha, Baznas juga membantu renovasi atau program RTLH untuk 6 rumah, pengambilan ijazah dan beasiswa tahfidz masing-masing untuk 1 penerima. Dengan nominal total Rp666.230.000.

“Data penerima manfaat ini kami dapat dari pengajuan masyarakat juga kita turun langsung ke lapangan. Tasaruf ini lebih dari sekadar bantuan. Ini menjadi langkah awal menuju kemandirian untuk setidaknya 80 orang. Yang kami harapkan kelak penerima ini akan mampu berkontribusi sebagai pemberi bantuan kepada masyarakat yang lainnya,” jelas Qoyim.

Tasaruf ini lanjut Qoyim merupakan zakat fitrah dari ASN Pemerintah Kota Surakarta. Hingga saat ini hampir 90 persen ASN sudah menyalurkan zakatnya pada Baznas Surakarta.

“Target kita tahun ini Rp 3.3 miliar. Setelah kami rekap kemarin sampai bulan Agustus kita sudah di angka Rp 3,26 miliar. Artinya sudah tinggal sedikit lagi kita mencapai target. Para ASN ini paham bahwa zakat dan infaknya ini benar-benar Baznas manfaatkan tepat sasaran,” ungkap Qoyim.

Penyaluran tasaruf dari zakat ASN Pemkot Solo

Wawali Teguh sangat mengapresiasi penyaluran tasaruf lebih dari Rp 600 juta ini. Teguh menilai kesadaran ASN Pemkot Solo cukup tinggi untuk menyalurkan zakatnya.

“Hampir 90% saja sudah seperti ini. Artinya sekarang kembali pada Baznas bagaimana mengelola itu karena masyarakat penerima bantuan kan banyak sekali dan sumbernya tidak hanya dari Baznas. Kalau itu tidak selektif, tidak ada data riil penerima bantuan bisa kita lihat mana yang intervensi dinas terkait, BUMD, perbankan atau BUMN,” papar Teguh.

Teguh berharap untuk mereka yang saat ini menerima bantuan atau mustafik kedepan bisa menjadi pihak yang memberi atau muzakki.

“Harus semacam itu, saya kira kita harus dapat memberi motivasi supaya masyarakat ini benar-benar punya semangat untuk mandiri dan berhasil,” pungkasnya.