SOLO, MettaNEWS – Bersepeda dari Yogyakarta ke Solo, Gus Miftah mampir ke Balai Kota untuk ketemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan sarapan soto bersama.
Bersama dengan 12 orang, Gus Miftah berangkat dari Yogyakarta jam 06.30 WIB. Dan sampai ke Balai Kota Solo pukul 08.35 WIB
“Kebetulan saya mau tour ke Jawa Timur. Melintasi Solo minta sarapan Mas Wali,” kelakarnya begitu sampai di halaman kantor Gibran, Jumat (18/8/2023).
Mengenakan kaos hitam, Gibran yang sudah menunggu di loby kantornya langsung menyambut pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman ini.
Dengan akrab Gibran menyapa dan bersalaman dengan Gus Miftah.
“Saya ini mampir Solo, nanti sore mau menghadiri resepsi mas Deni Caknan, lanjut tur Jatim,” ujar Gus Miftah sebelum masuk ke ruangan Wali Kota.
Gus Miftah menjelaskan alasannya memilih bersepeda hingga Ngawi.
“Karena orang berdoa itu seperti bersepeda. Cepat atau lambat pasti sampai tujuan. Maka tetaplah berdoa walaupun doamu belum terkabul,” pesan Gus Miftah.
Kunjungan Gus Miftah ini sekalian untuk mengundang Gibran hadir ke harlah pondok pesantrennya.
“Ini juga sekalian antar undangan ke Mas Gibran. Besok tanggal 2 September adalah harlah ponpes kami. Biasanya Pak Presiden kirim karangan bunga ucapan. Ini kami minta ngirim untuk anaknya saja,” kelakarnya.
Pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji Sleman ini menjelaskan selain Gibran juga akan ada beberapa tokoh yang hadir.
“Pondok kami terbuka untuk siapa saja. Rencananya insyaallah Pak Erick Tohir juga akan hadir. Juga Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto,” terangnya.
Ia menambahkan tidak akan mengundang Gibran bersamaan dengan Prabowo. Hal ini untuk meminimalisir isu-isu politik seputar kedua tokoh tersebut.
“Kasihan itu kalau banyak isu, kasihan Mas Wali. Diam saja sudah banyak isu kok, apa lagi ngomong apalagi bikin acara,” imbuhnya.
Sementara itu Wali Kota Gibran mengatakan akan hadir pada harlah ponpes Ora Aji ini.
“Luar biasa sekali bersepeda dari Yogya ke Solo. Menyempaykan diri untuk sarapan soto di kantor saya. Kalau ada undangan (harlah ponpes) ya pasti saya datang, kecuali tidak diundang,” tutup Gibran.







