SOLO, MettaNEWS – Dinas Perhubungan Kota Solo membuka layanan 10 shuttle bus berkapasitas 30 orang dengan rute Terminal Tirtonadi-Masjid Raya Sheikh Zayed-Solo Safari pada Senin (10/7/2023).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhamad mengatakan layanan ini merupakan kebijakan Pemerintah Kota Solo terkait dengan 17 prioritas pembangunan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Hadirnya shuttle bus ini juga menjadi layanan moda transportasi massal dengan tujuan lokasi-lokasi wisata yang ada di Kota Solo. Menyusul masifnya wisata baru yang terus digenjot.
“Beberapa prioritas pembangunan kan ada tempat destinasi wisata ada Masjid Raya Sheikh Zayed ada Museum Sains, Solo Safari, Lokananta, Balekambang, Pura Mangkunegaran, Keraton Surakarta. Nah shuttle bus ini merupakan sebuah dukungan sarana transportasi,” ujar Taufiq.
Hadirnya shuttle bus ini pun menambah beragamnya fasilitas yang bisa dicicipi masyarakat Solo khususnya untuk menjelajahi destinasi wisata.
“Sekarang kita sudah ada layanan Batik Solo Trans (BST) untuk perkotaan. Tapi kalau pelayanan ini kan bukan dari dan ke tempat wisata tapi keseluruh kota,” katanya.
Layanan shuttle bus mulai beroperasi di Terminal Tirtonadi mulai pukul 08.00 WIB – 22.00 WIB dengan tarif sementara sebesar Rp 6.000/orang.
“Melihat di lapangan, faktanya masyarakat membutuhkan transportasi yang mendukung untuk destinasi wisata makanya ini kemarin kita ajukan SK Wali Kota. Terkait penetapan jaringan trayek untuk shuttle,” imbuhnya.
Ke depan akan ada 3 rute shuttle bus yang beroperasi secara looping (pengulangan) yakni:
Rute 1
– Terminal Tirtonadi-Masjid Seikh Zayed-Museum Sains-Solo Safari.
Rute 2
– Terminal Tirtonadi-Masjid Seikh Zayed-Pura Mangkunegaran-Vastenburg-Keraton Kasunanan-Pasar Klewer-Pura Mangkunegaran-Terminal Tirtonadi.
Rute 3
– Terminal Tirtonadi-Taman Balekambang-Lokananta- Kampung Batik Laweyan.
Nomor dua tiga ini masih persiapan belum jadi semuanya tapi yang sudah diluanching yang Solo Terminal Masjid Zayed sampai ke Solo Safari,” ujarnya.
Mekanisme shuttle bus akan berputar sesuai jalur masing-masing rute dengan pemberangkatan Terminal Tirtonadi. Pihaknya berharap shuttle bus ini dapat menjadi solusi keterbatasan lahan parkir di masing-masing destinasi wisata di Kota Solo.
“Garapannya karena keterbatasan lahan parkir semuanya kalau bisa parkirnya di terminal di Pedaringan. Nanti untuk pelayanan menggunakan shuttle bus. Total kuotanya 10, kalau sudah jadi ya 20. Kapasitas sekitar 30-an, total ada 600-an,” terangnya.
Guna menghindari gesekan dengan tukang ojek di Masjid Raya Sheikh Zayed, Dinas Perhubungan menerapkan sistem kolaborasi. Di mana para tukang ojek uni diberikan tempat mangkalndi Timur Terminal Tirtomadu dengan waktu operasional pukul 20.00 WIB.
“Kemarin sudah disampaikan kita kolaborasi artinya kalau taman parkir juga banyak yang ojek bisa memfasilitasi yang belum ada di shuttle. Termasuk jam pelayanan kita atur semuanya. Harapannya sesama tukang ojek ini kita sengkuyung bareng untuk Solo menjadi destinasi wisata,” pungkasnya.








