SOLO, MettaNEWS – Sekolah Madrasah Kota Solo banyak diminati para orangtua. Kepala Kementerian Agama Kota Solo, Hidayat Masykur mengungkapkan sekolah madrasah menjadi tren sejak pemerintah menerapkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Sistemnya sama, kita tidak menggunakan zonasi dari Kemenag juga sampai hari ini tidak menggunakan zonasi,” ujarnya, Jumat (19/5/2023).
Alasan lain sekolah berbasis agama ini banyak peminatnya lantaran pola pikir orangtua yang lebih mengedepankan pendidikan agama.
“Alasan kenapa mereka (orangtua) milih madrasah karena kebanyakan ingin akhlak anak-anaknya baik dari pendidikan keagamaan maupun umumnya,” kata Hidayat.
Lanjut Hidayat, sekolah Madrasah Kota Solo banyak diserbu saat PPDB. Bahkan pendaftarannya pun sampai meluber.
“Persiapan PPDB untuk MAN 1 sudah selesai. Secara keseluruhan kita hampir menolak hampir separuh lebih, contoh yang dari MA PK diterima 60 yang daftar ada 1.000 ,” bebernya.
Sekolah yang satu ini miliki banyak program unggulan seperti boarding dan reguler.
“Kuotanya sesuai dengan keputusan masing-masing program unggulan yang paling banyak peminatnya. Dari boarding juga sama seleksinya kita pakai pengurangan, jadi ada kriteria dari awal,” kata dia.
Memasukkan anak ke sekolah ini rupanya jadi tren di kalangan orangtua. Mereka secara berbondong-bondong memasukkan anaknya untuk menganyam ke madrasah unggulan.
“Memasukkan anak-anak ke madrasah itu tinggi. Memang kalau di Kota Solo jadi rujukan madrasah di sini masuk unggulan. Termasuk swasta yang biasanya berbasis pondok pesantren,” ujarnya.
Selain itu, sekolah ini juga mampu melahirkan siswa yang berprestasi hingga bisa melajutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terbaik.
“Ada dari Takhmiro, Al Muayat punya murid dari luar negeri ada, MIN 1 ada tambahan juga ada dari Singapura dan Malaysia. Kita sudah go internasional, jadi murid-murid dari luar negeri ada. Yang kemarin keterima perguruan tinggi umumpun kita cukup banyak,” ujarnya.
Berdasar catatan Kemenag Solo, 65 persen lulusan madrasah keterima PTN jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Lalu 35 persen sisanya mendaftar lewat jalur lain dan juga lolos.
Tantangan Sekolah Madrasah
Di lain sisi, sekolah ini masih kekurangan gedung. Jumlahnya pun tidak sesuai dengan tingginya jumlah pendaftar setiap PPDB di mulai.
“Animo masyarakat cukup besar secara keseluruhan Madrasah cukup kurang gedung. Karena memang antara peminat dengan kapasitas kita masih banyak peminatnya, jadi hampir semuanya pasti nolak,” ujarnya.
“MAN 1 MAN 1 MTsN 1 2 MIN semua nolak murid, hampir yang tidak keterima separuh dari pendaftar. Termasuk MIN yang kecil juga semua nolak murid,” sambungnya.
Minimnya tenaga pendidikan agama juga menjadi soal.
“Guru agama Islam masih kurang banyak hanya 180-an dari semua jenjang SD SMP SMK. Belum madrasah juga cukup kurang antara yang keterima P3K. Lowongan yang kurang juga belum berimbang kita memang butuh banyak,” tandasnya.








