490 Tim Siswa-siswi Madrasah Berkompetisi di Robotik 2022

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Kompetisi Robotik Madrasah (KRM) atau Madrasah Robotik Competition (MRC) merupakan program tahunan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, untuk siswa-siswi madrasah di seluruh Indonesia.

Kompetisi ini diperuntukkan mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

MRC tahun ini adalah tahun yang kedelapan. Kompetisi ini dimulai Tahun pertama pada 2015 dan sempat dilakukan hybrid Online dan Offline saat pandemi kemarin.

Direktur KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Moh. Isom mengungkapkan, tahun ini, MRC diselenggarakan secara tatap muka di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta pada 22-23 November kemarin.

“Digelarnya MRC 2022 di GOR UNY ini harapannya adalah agar terbuka jejaring baru antara siswa-siswi madrasah yang memiliki minat dan bakat di bidang robotika. Dengan praktisi dan akademisi robotika di perguruan tinggi, seperti UNY dan Yogyakarta adalah pilihan kota yang tepat untuk MRC tahun ini,” ungkapnya.

Dikatakan, Tema ‘The Next Generation of Robots: Making Better Life’ ini selaras dengan semangat bangsa Indonesia untuk pulih bersama dan bangkit lebih kuat dari Pandemi Covid-19.

Selain itu, tema ini juga menyerukan kepada peserta bahwa teknologi-teknologi yang akan mereka ciptakan musti memiliki kebermanfaatan bagi kehidupan yang lebih baik.

Pendaftar MRC tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, yakni ada 490 tim. Ada kenaikan sekitar 18%. Dari 490 tim, panitia menyeleksi 30 tim untuk masing-masing jenjang dan kategori.

Dalam MRC 2022 ada dua kategori yang dilombakan. Pertama, Robot Inovasi untuk dan Kedua, Mobile/Battle Robot untuk tingkat.

“Dalam kategori pertama, peserta diminta membuat model robot. Untuk tingkat MI, model robotnya musti bisa menjawab tantangan atau persoalan yang ada di sekolahan/madrasah (Robots for School),” ungkapnya.

Untuk tingkat MTs, model robotnya musti bisa menjawab tantangan atau persoalan rumah / home appliance (Robots for Household). Dan untuk tingkat MA, model robotnya harus bisa menjawab tantangan atau persoalan lingkungan (Robot for Environment).

Panitia juga menyiapkan 300 juta untuk uang pembinaan para pemenang. Selain uang pembinaan, pemenang juga diberikan sertifikat, kit robotik dan medali.