SOLO, MettaNEWS – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Solo mengungkapkan adanya penemuan liquid rokok elektrik atau vape yang dicampur narkoba beredar di marketplace Indonesia.
Kepala BNN Kota Solo, David Henry Andar Hutapea menjelaskan jenis narkoba yang banyak ditemui yakni jenis sabu cair.
“Beberapa waktu yang lalu kita temukan liquid vape mengandung sabu cair yang dihisap anak-anak. Peredarannya paling banyak lewat online ini cukup menyulitkan,” ujar David dalam rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba, Selasa (16/5/2023).
Dia menyebut peredaran liquid vape di marketplace sulit dikendalikan. Sebab penjual dapat dengan mudah membuat akun baru sehingga transaksi dapat terus dilakukan.
“Ke depan kita akam kerjasama dan koordinasi dengan marketplace karena ketika akunnya ditutup membuat akun lagi gampang sekali. Ini luar biasa makan energi, BNN nggak mampu sendiri,” ujar dia.
Beredarnya liquid vape sabu ini menjadi perhatian bagi BNN Kota Solo untuk menggandeng sejumlah stakeholder untuk bahu membahu menghentikan peredaran.
“Ini tentu menjadi satu perhatian bagi kita semua. Kalau peredaran alatnya vapor kewenangan Kementerian Perdagangan. Peredaran liquidnya kewenangan Kementerian Kesehatan. Ini harus dikoordinasikan karena narkoba cair kalau sudah beredar ke mana-mana ini akan cukup merepotkan kita,” bebernya.
Pihaknya mewanti-wanti anak muda untuk tidak pernah mencoba narkoba jenis ini. Sebab penggguna narkoba akan selalu merasa kecanduan.
“Khususnya anak-anak muda jangan pernah mencoba. Karena sekali mencoba sifat narkoba dia akan menemukan kenikmatan. Kemudian karena itu sesuatu yang dianggap nikmat akan direpitisi atau pengulangan lalu akan menjadi adiksi,” terang David.
“Kalau sudah menjadi adiksi membutuhkan penanganan yang sangat serius dan belum tentu berhasil. Kalau mau cari adrenalin mungkin olahraga ekstrem dan sebagainya sekarang banyak tersedia selain narkoba,” sambung dia.









