Sensasi Menjajal Jembatan Penyeberangan Orang Manahan, Solusi Pejalan Kaki dan Pesepeda

oleh
JPO Manahan
Pesepeda dan pejalan kaki lewati JPO Manahan Solo, Jumat (5/5/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Manahan yang menghubungkan Jalan Sam Ratulangi (Gremet) dan Jalan Hasanuddin (Badran) Solo kini telah dimanfaatkan warga.

JPO Manahan ini mengusung konsep modern dengan panjang kurang lebih 20 meter dengan lebar 3 meter. Sehingga pejalan kaki dan pesepeda bisa mengakses JPO dengan leluasa.

Untuk keamanan pengguna, di sepanjang sisi kanan dan kiri jembatan diberi pagar dengan bahan material yang solid serta dilengkapi dengan atap peneduh. Tak lupa juga dilengkapi dengan lampu penerangan. Sehingga JPO akan aman digunakan saat siang dan malam hari, juga saat hujan ataupun saat terik.

JPO Manahan ini juga dilengkapi ramp jalur sepeda di anak tangganya. Jarak lantai dasar jembatan dengan rel kereta api sejauh 6,2 meter, sedangkan ketinggiannya juga cukup tinggi, sehingga aman dari aktivitas kereta api.

JPO tersebut bisa diakses oleh pejalan kaki dan pesepeda, sehingga bisa memudahkan pengguna jika hendak menyeberangi jalur rel kereta api.

Di JPO Manahan, pejalan kaki bisa sesekali menyaksikan kereta melintas dijalurnya. JPO Manahan punya lantai dasar berwarna abu-abu gelap dan dilengkapi garis kuning sebagai batas aman untuk dilewati pejalan kaki.

Salah satu pesepeda Udin (51) asal Pabelan, Sukoharjo bahkan sengaja datang untuk menjajal JPO Manahan. Udin merasa penasaran dengan JPO yang menyita perhatian warga akhir-akhir ini.

“Baru pertama kali ini, ya membantu karena sudah programnya pemerintah. Kalau masalah manfaat ya tinggal masyarakat mau lewat enggak. Dulu biasanya lewat trabasan sebelum Pasar Nongko terus dengan adanya JPO ini ya enak,” ujar Udin kepada MettaNEWS Jumat (5/5/2023).

Sayangnya JPO belum dilengkapi kamera CCTV untuk meningkatkan keamanan pejalan kaki saat melintas di situ. Mengingat suasana pada malam hari dan siang hari di lokasi tersebut tidak begitu ramai.

Selain itu belum ada fasilitas yang memadai bagi para kaum difabel dan lansia seperti pemandu jalan atau guiding block dan lift. Mengingat pengguna JPO mesti naik turun lewat anak tangga yang cukup tinggi.

“Yaini sudah bagus sudah bisa dilewati buat sepeda. Tapi menurut saya alangkah baiknya bisa dibangun di tempat lain yang sekiranya bisa bermanfaat. Saran lagi bisa dilewati disabilitas diakali gimana,” tukasnya.