Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah, UMS Akan Bangun Museum Peradaban Islam Asia Tenggara

oleh
oleh
Edutorium UMS
Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah periode 2022-2027 di Edutorium UMS, Minggu (16/4/2023) | dok Humas UMS

SOLO, MettaNEWS – Menjadi tuan rumah pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah periode 2022-2027 yang berlangsung di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS, Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) sebut akan menambah fasilitas baru.

Fasilitas baru tersebut adalah Museum Peradaban Islam Asia Tenggara yang akan berdiri di 2 Gedung Edutorium.

Rektor UMS Prof., Dr., Sofyan Anif, M.Si., selaku Ketua Panitia pengukuhan menyambut peserta pengukuhan PWM dan PWA Jawa Tengah dan Pengajian Ramadan.

“Terima kasih kami sampaikan atas kehadirannya di acara pengukuhan PWM dan PWA yang sebetulnya, pengukuhan ini dalam bahasa Jawa ‘nunut’. Karena setiap Ramadan, salah satu tempat pengajian tingkat wilayah berada di UMS,” ungkap Sofyan.

Rektor UMS mengungkapkan, akan menambah fasilitas museum peradaban Islam Asia Tenggara yang nanti akan berada di lantai 2 Gedung Edutorium.

“Sudah kami survei, dan Insyaa Allah layak dimanfaatkan untuk museum Islam Asia Tenggara. Yang  nanti akan bekerja sama dengan Majelis Pustaka Indonesia (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ungkap Rektor UMS.

Penandatangan prasasti 4 gedung baru milik UMS oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah di saksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir menyampaikan  Muhammadiyah dalam berbagai bidang, melalui kesehatan, pendidikan, sosial dan lain sebagainya terus berikhtiar untuk menggerakkan umat dan bangsa.

“Perlu dan penting untuk kami bekerja sama seacara kolektif dengan berbagai elemen pada seluruh aspek bangsa,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah berkompetisi dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), dengan potensi kebhinekaan yang harus dipegang teguh, bukan malah menjadi alat untuk memecah belah.

“Kita harus punya rancang bangun kemajuan, agar kita punya akselerasi mengejar bangsa yang sudah maju,” ujarnya.

Umat Islam di bulan Ramadan ini, diajak Haidar bermuhasabah guna melakukan koreksi ke dalam, meneliti kekurangan sebagai pribadi dalam keagamaan.

“Agar agama, menjadi rahmatan lil ‘alamin. Sehingga kalau ada problem, bisa kita selesaikan Bersama. Umat Islam yang mayoritas ini harus lebih baik dari berbagai aspek sehingga menjadi kekuataan untuk memajukan bangsa. Bahwa elemen bangsa, khususnya punya sejarah dari pendiri bangsa mari kita satukan energi kolektif kita. Untuk memandu bangsa dan memandu umat agar membawa Indonesia unggul dan berkemajuan,” tegasnya.

Pada pengukuhan tersebut, juga berlangsung penandatangan prasasti 4 gedung baru milik UMS oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah di saksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar turut mengucapkan selamat kepada PWA dan PWM Jawa Tengah yang dikukuhkan pada hari Minggu ini.

“Bagi saya Muhammadiyah akan selalu membantu untuk mengatasi persoalan keumatan kebangsaan, dan kemanusiaan. Saya sangat mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah, salah satunya dalam membangun sekolah dan rumah sakit yang berada di Papua,” ungkap Ganjar.

Dia juga berharap, sinergisitas antara Pemerintah Jawa Tengah dan Muhammadiyah bisa terus terjalin dengan baik.