Update Dukun Pengganda Uang Banjarnegara, Kapolda Jateng: Sedang Kita Bawa ke Psikiater

oleh
Update Dukun Pengganda Uang Banjarnegara
Konferensi Pers Polda Jateng di Mako Polresta Solo Kamis (6/4/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Polda Jateng telah update kasus dukun pengganda uang dari Banjarnegara, yang saat ini tersangka Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet tengah dibawa ke Psikiater untuk mengetahui apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Saat ini (6/4/2022) tengah kami bawa ke Psikiater untuk mengetahui hal tersebut (gangguan jiwa),” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat Konferensi Pers di Polresta Solo Kamis (6/4/2023).

Lebih lanjut Lutfi menjelaskan dukun pengganda uang di Banjarnegara ini merupakan Kasus pembunuhan berantai. Yang dilakukan Slamet Tohari (45) dengan total korban saat ini sebanyak 12 orang.

Kasus ini sebelumnya telah Polda Jateng rilis di Mapolda Jateng, Rabu (5/4/2023). Ia mengatakan, 10 dari 12 korban telah selesai identifikasi. Terdapat satu mayat dengan identitas lengkap sedangkan sembilan mayat lainnya belum ada kepastian.

“Satu mayat itu atas nama Paryanto asal Sukabumi. Sembilan mayat belum teridentifikasi. Dari sembilan itu, ada enam laki-laki, tiga perempuan. Rata-rata umurnya (laki-laki) 40-50 tahun dan tiga perempuan usianya ada yang 25 tahun dan 35 tahun,” kata Irjen Pol. Luthfi.

12 korban tersebut terkubur dari berbagai liang berbeda dari area kebun milik tersangka. Terdapat 7 liang lahat dengan rincian 5 lubang terdapat 2 mayat dan sisanya terdapat masing-masing 1 mayat.

Lebih lanjut modus yang digunakan tersangka ialah dengan menggunakan ritual. Lutfi menjelaskan awalnya tersangka mengajak korban menuju suatu tempat untuk melakukan sebuah ritual penggandaan uang.

“Tersangka membawa korban menuju kebun saat sore hari, dengan perjalanan kurang lebih 1 jam. Kemudian tersangka memberikan sebuah minuman kepada korban saat malam hari. Dengan mengatakan jika meminum air tersebut dan bertahan agar tidak mengantuk maka ritual berhasil. Dan ketika mengantuk makan akan gagal,” jelas Lutfi.

“Namun air yang tersangka berikan mengandung obat penenang atau racun potas. Jadi sudah pasti korban tidak bisa bertahan dan racun ini membuat korban dapat meninggal dalam hitungan menit,” imbuhnya.

Usai memastikan korban meninggal tersangka lantas mengubur korban.

Update Dukun Pengganda Uang Banjarnegara, Awal terbongkar dan Racun Potas Sianida

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi mengungkapkan kasus tersebut terbongkar berasal dari pesan WhatsApp korban Paryanto kepada anaknya.

Anaknya lantas melapor ke polisi, dan kepolisian menangkap tersangka. Saat proses interogasi, tersangka Slamet Tohari mengaku telah membunuh lima orang, namun kenyataannya kepolisian menemukan 12 mayat.

Lebih lanjut dari hasil hasil Laboratorium Forensik Polda Jateng, 11 barang bukti organ milik korban Paryanto mulai dari darah, lambung hati dan organ lainnya mengandung positif racun sianida.

Selanjutnya Polda Jateng membuka posko ante mortem untuk mengungkap 11 korban yang belum teridentifikasi.

“Saat ini sudah ada 17 laporan yang masuk, namun kami masih kaji lebih dalam apakah benar 17 laporan tersebut merupakan korban dari mbah Slamet,” tukas Lutfi.