SOLO, MettaNEWS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) akan mengadakan salat gaib untuk almarhum Noval Bacrul Ulum. Noval terjatuh ke Gua Braholo Gunung Kidul saat mengikuti kegiatan pecinta alam pada Minggu (26/3/2023).
Dekan FK UNS Prof. Reviono mengatakan, Fakultas Kedokteran akan mendoakan Noval melalui salat gaib, Senin (27/3/2023) siang ini.
“Tujuannya untuk salat jenazah almarhum. Karena kemarin yang tidak sempat salat jenazah yang hukumnya fardhu kifayah,” jelas Prof Reviono ketika dihubungi melalui pesan WA.
Prof Reviono mengungkapkan, dengan salat gaib ini memberi kesempatan untuk mensalatkan almarhum.
“Nanti setelah salat gaib juga akan kita akhiri dengan doa bersama untuk almarhum,” ungkapnya.
Prof Reviono melanjutkan, kegiatan Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) bermula saat enam mahasiswa PMPA Vagus Kedokteran UNS berangkat bersama menuju Gua Braholo. Mahasiswa mapala tersebut berangkat dari UNS pada pukul 07.00 WIB.
Enam mahasiswa tersebut kemudian berpencar untuk melakukan survei tempat.
“Jadi ada enam mahasiwa, yang dua survei di pantai Siung Gunung Kidul dan yang empat ada di Gua Braholo. Mahasiswa atas nama Noval juga berada di Gua untuk mencari titik ancor,” ungkap Prof Reviono.
Prof Reviono mengatakan, Noval sudah menggunakan tali safety. Namun naas, pada saat akan menaruh bantalan tali carmantel tiba-tiba yang bersangkutan terglincir dan terjatuh. Hal tersebut karena batu yang menjadi gantolan tali safety tidak kuat dan hancur.
“Korban terpeleset sekira pukul 10.27 WIB. Waktu kejadian beberapa rekan korban mencoba untuk menolong. Namun korban sudah jatuh ke bawah. Setelah kejadian rekan Noval yang lain langsung menghubungi polisi dan Tim SAR,” ungkap Prof Reviono.
Dari pihak kampus, lanjut Reviono tiga dosen langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Saat ini jenazah Noval sudah di makamkan,” kata Prof Reviono.
Dekan Kedokeran ini mengatakan, para mahasiswa ini baru survey lokasi untuk kegiatan yang akan berlangsung Mei mendatang.
“PMPA Vagus UNS ini baru survei tempat. Surat izin memang belum ada. Dan kegiatannya baru akan berlangsung setelah lebaran,” ujar Prof Reviono.
Dengan kejadian tersebut, Prof Reviono menegaskan pihak kampus akan melakukan evaluasi lebih dalam. Termasuk pemberian izin kegiatan mahasiswa di luar kampus.
“Juga mempertimbangkan untuk adanya pendampingan dari ahlinya saat kegiatan di alam. Apakah tim survei ini adalah tim ahli yang sudah menguasai medan atau belum? Meskipun baru survei,” pungkasnya.








