SOLO, MettaNEWS – Komoditas kacang tanah juga tak luput dari kenaikan harga jelang Ramadan 2023. Wanti (49) salah seorang pedagang sembako Pasar Legi mengaku harga kacang tanah menyentuh Rp 28.000 per kilogram dari yang semula Rp 25.000.
“Kalau mau lebaran ini biasanya kan naik kacang-kacangan. Nanti setelah lebaran biasanya antara dua minggu turun lagi. Penyebabnya musim hujan pasti harga-harga akan naik. Soalnya barang-barang kan susah jalan perjalanan kan ya susah mau panen kebanjiran. Itu nanti kalau musim kemarau murah soalnya mau jalan ke mana-mana gampang,” terang Wanti kepada MettaNEWS, Rabu (8/3/2023).
Selain kacang, harga komiditas yang membumbung tinggi jelang Ramadan yakni kacang mete. Salah satu penjual, Hari (68) mengaku harga kacang mete tembus Rp 140.000/kg dari yang semula Rp 110.000. Sedangkan emping melinjo juga naik hingga Rp 10.000/kg.
“Emping melinjo juga naik yang dari Pajang itu Rp 75.000 sebelumnya Rp 65.000 boleh. Mete juga mahal dulu Rp 110.000 sekarang Rp 140.000. Naik sejak setengah bulanan yang lalu,” jelasnya.
Hari memprediksi dua komoditas ini akan terus naik hingga lebaran tiba. Penyebabnya minimnya ketersediaan di tengah tingginya permintaan.
“Kalau nanti bulan Ramadan biasa naik ya karena barangnya nggak ada. Permintaan banyak barang nggak ada kan otomatis melambung. Kalau perkiraannya nanti kacang mete tembus Rp 150.000 pas lebaran. Itu aja kemungkinan bisa lebih. Emping itu bisa sampai Rp 100.000/kg,” tandasnya.
Harga Bahan Pokok di Pasar Legi Naik Jelang Ramadan
Pantauan MettaNEWS, Rabu (8/3/2023) harga telur ayam ras berkisar di angka Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per kilogram. Dari yang semula Rp22.000. Bawang putih Rp 35.000/kg dari semula Rp 27.000.
Tukinah (43), salah seorang pedagang bawang mengatakan kenaikan bawang putih disebabkan tingginya curah hujan hingga hasil panen rusak.
“Harga komoditi yang naik itu bawang putih. Kalau bawang merah stabil yang kualitasnya bagus Rp 35.000. Kalau sedang Rp 32.000. Sekarang Rp 35.000 untuk bawang putih. Penyebab naiknya itu karena cuaca. Ini kan panenannya dari luar kalau di sini nggak bisa. Kalau hujan 1 minggu itu naik harganya,” ujar Tukinah.
Kenaikan harga jelang Ramadan ini membuat Tukinah berhati-hati dalam memenuhi ketersediaan bawang di kiosnya. Tukinah pun mengaku selama harga naik, penjualan bawang di tempatnya stabil dengan untung yang tidak seberapa.
“Yang penting hati-hati karena harganya nggak stabil. Stoknya nggak mesti kadang 5 sampai 7 kuintal dua hari sudah habis. Kalau sepi ya sehari habis 1 kuintal. Ya intinya harus tahu alur selama naik. Permintaannya ya itu-itu saja nggak ada yang lain. Untungnya juga biasa berhati-hati nyetok karena cuaca hujan,” terangnya.








