Cuaca Ekstrem Tak Pengaruhi Kebutuhan Stok Hasil Laut di Pasar Ikan Balekambang

oleh
oleh
pasar ikan balekambang
Aktivitas jual beli di Pasar Ikan Balekambang | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, MettaNEWS – Kondisi cuaca ekstrem, tidak mempengaruhi ketersediaan stok ikan laut di Pasar Ikan Balekambang Solo. Meskipun banyak nelayan yang tidak melaut karena terkendala cuaca.

Mengantisipasi kebutuhan stok ini, dengan membawa ikan dalam kondisi beku dari kapal. Ikan air laut beku ini biasanya dari Semarang, Surabaya, Pekalongan, dan Jepara.

Pengelola Pasar Ikan Balekambang, Liesmianingsih menjelaskan, k<span;>ebutuhan hasil laut di Pasar Ikan Balekambang mencapai 20 ton setiap harinya.

“Dalam kondisi angin kencang seperti ini, sampai hari ini stok di Pasar Ikam Balekambang tetap aman. Kebutuhan 20 ton tiap hari terpenuhi,” ungkap Lies.

Lies menuturkan meskipun tidak mempengaruhi stok namun berimbas pada jenis saja yang berkurang.

“Misal nya udang dan cumi-cumi
Mungkin ada sixe yang tidak ada. Kalau cumi-cumi dan udangnya ada,” kata Lies saat kunjungan kerja Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Kamis (2/3/2023) sore.

Kondisi ekstrem ini lanjut Lies membuat semua jenis ikan laut susah didapat. Beda dengan ikan air tawar yang bisa diperoleh dari kolam.

“Kalau untuk ikan laut pedagang kesulitan mendapatkan size ikan yang sesuai. Mayoritas ikan beku yang dibawa kapal hanya satu ukuran besar saja. Kalau pasar kan butuhnya yang ukuran di bawah 1 kilogram,” terangnya.

Sementara itu selain antisipasi dengan membawa ikan beku saat kondisi seperti ini biasa menggunakan sistem saling supply.

“Jadi misalnya jika ikan dari Pekalongan tidak tersedia, maka ambil ikan dari Pati dan dibagi rata untuk semua pedagang. Sehingga keteraediaan stok ikan daerah tetap terjaga,” tuturnya.

Lies menyebut, selain membawa ikan beku, ketersediaan stok ikan juga dipengaruhi oleh sistem saling supply. Ambil contoh, jika ikan dari Pekalongan tidak tersedia, maka ikan ambil dari Pati bagi rata untuk semua pedagang. Sehingga ketersediaan stok ikan tetap terjaga.

“Yang tidak terpengaruh itu ikan air tawar. Kami ambilnya dari Solo dan sekitarnya. Tapi ya masih kurang. Caranya kami datangkan juga dari Tulungagung. Biasanya ikan nila dan patin. Pasar Ikan Balekambang ini paling banyak laris itu nila, lele dan patin kalau untuk air tawar. Kalau hasil laut udang yang paling laris,” ungkap Lies.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, Eko Nugroho menambahkan Pasar.Balekambang mengalami kemajuan yang positif.

“Tidak mudah bagi pengelola pasar ikan untuk daerah yang tidak punya laut. Di Solo ini ada dua depo ikan yakni Pasar Ikan Balekambang dan depo ikan depan RS Brayat Minulya,” pungkas Eko.