Melihat Kondisi Pengungsi Banjir di Joyotakan, Gibran Akan Penuhi Logistik 

oleh
Menihat Kondisi Pengungsi Banjir
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka memantau pos pengungsian di SD negeri Joyotakan no 59 Jumat (17/2/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka terjun langsung melihat kondisi para pengungsi korban banjir di Kelurahan Joyotakan, kecamatan Serengan Jumat (17/2/2023) Siang. Dalam pemantauan tersebut gibran mendapatkan beberapa keluhan dari masyarakat terkait logistik.

“Nanti segera kami penuhi logistiknya ya, tunggu. Tadi banyak juga keluhan minta pempers, susu buat anak-anak, makanan dan selimut” ungkap Gibran Jumat (17/2/2023).

Wilayah Joyosuran merupakan tempat terparah yang terkena banjir. Yang mana kedalam banjir masih berkisar 50-150 cm. Kondisi dari pagi menunju siang hari juga tidak menunjukkan penyusutan. Malahan debit air semakin naik.

“Di sini (Joyosuran) yang paling parah. Pengungsi nya paling banyak. Ini untuk yang di pinggir-pinggir jalan saya mohon untuk menuju tempat pengungsian nggih. Kalau full nanti kita carikan tempat lain,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Serengan Agung Wijayanto mengungkapkan hampir semua warganya ikut dalam pengungsian. Dari kecamatan telah menjadikan titik pengungsian yakni di Kantor kelurahan dan SD Negeri Joyotakan 59.

“Sebagian besar wilayah kelurahan Joyotakan terendah, kita sediakan 2 tempat ini juga masih kurang. Ini tadi mas wali minta tambah tempat,” ungkap Agung saat melihat kondisi pengungsi banjir (17/2/2023).

Untuk kecamatan Serengan titik-titik banjir berada di beberapa tempat. Antara lain di wilayah Tipes dan kelurahan Serengan, namun sudah mereda.

“Tapi kok yang di sini (Joyotakan) malah semakin naik,” imbuhnya.

Melihat Kondisi Pengungsi Banjir, Warga Enggan Menuju Pengungsian

Terkait dengan warga yang enggan untuk meninggalkan rumah, Agung telah menyarankan untuk segera mengungsi. Namun mereka menolak karena alasan dekat dengan rumah dan bisa memantau rumah secara langsung.

“Kalo yang di rumah paling penting mereka komunikasi dengan kita. Karena kita memang keterbatasan personel untuk menjangkau semuanya. Kalo misalkan mereka ‘pak kami mohon kiriman logistik’ ya kita kirim,” jelas Agung.

Terkait dengan kebutuhan urgent atau mendesak Agung mengatakan yang paling jelas ialah makan dan minum.

“Kebutuhan bersifat khsus ya sangat urgen seperti untuk bayi itu susu, pampers, kalo dari kesehatan dr puskesmas sdh ada piket sehari 3x untuk monitor,”tukasnya.