SOLO, MettaNEWS – Guru Bahasa Inggris kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta Rufadi Islah menerapkan pembelajaran melalui media word search puzzle. Murid belajar menemukan kata benda tentang jenis dan nama gawai.
Pembelajaran yang berkualitas akan meletakkan posisi guru dengan tepat, sehingga guru mampu memainkan perannya sesuai kebutuhan murid. Peran guru untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan harus mendapat dukungan lewat media pembelajaran saat proses belajar mengajar.
Menurut Rufadi, salah satu peran guru adalah sebagai motivator yang akan mendorong murid untuk belajar lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
“Word search puzzle merupakan salah satu jenis permainan yang ramah bagi murid terutama untuk para pemula yang ingin mempelajari kosakata dalam bahasa asing. Media pembelajaran ini memiliki banyak nilai edukatif dan tingkat kesulitannya bisa memodifikasi sesuai kebutuhan murid,” imbuhnya.
Media pembelajaran word search puzzle dalam pelajaran bahasa Inggris ini terbagi menjadi tiga bagian lembaran kertas dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
“Tingkat yang paling mudah berupa menggaris kosakata sesuai dengan gambarnya. Kemudian tingkat menengah berupa mencari dan menemukan kosakata yang ada pada kumpulan huruf tersembunyi. Sedangkan untuk tingkat tertinggi berupa mencari huruf pertama dari kata dalam kumpulan huruf. Kemudian mencari huruf kedua yang terletak pada sebelah kanan, kiri, atas, bawah atau diagonal hingga menemukan kata yang cocok,” papar Rufadi.
Bahasa Inggris Lebih Mudah dengan Word Search Puzzle
Lebih lanjut, Rufadi menjelaskan langkah-langkah dalam memainkan permainan word search puzzle. Langkah pertama, kesepakatan peraturan mengerjakan word search puzzle. Bersama teman satu kelompok murid mengerjakan word search puzzle berurutan dari level pertama, kedua, dan ketiga.
Kemudian guru memilih enam ketua kelompok kemudian ketua kelompok boleh memilih setiap anggotanya. Hanya ketua kelompok saja yang boleh mengambil lembaran word search puzzle.
Langkah ketiga, guru akan mengecek hasil jawaban masing-masing kelompok. Pada sesi inilah yang butuh peran guru. Kelompok yang menjawab salah tidak boleh mengambil level berikutnya sebelum pengerjaan word search puzzle betul terlebih dahulu.
“Setiap kelompok akan saling berdiskusi mencari kosakata yang sesuai dengan perintahnya. Kompetisi antarkelompok akan tercipta dalam menyelesaikan word search puzzle. Kelompok yang tercepat menyelesaikan puzzle ini secara otomatis menjadi pemenangnya,” ujar Rufadi.
Salah satu murid kelas III, Geys Ahmad Adib merasa sangat tertantang menyelesaikan permainan word search puzzle ini.
“Kelompokku memenangkan permainan ini karena kami memiliki strategi dan langkah-langkah yang tim lawan tidak bisa meniru. Kekompakan dan kerja sama tim sangat penting dalam permainan word search puzzle,” ujarnya.








