SOLO, MettaNEWS – Pusat Bahasa Mandarin Universitas Sebelas Maret (PBM UNS) menggelar jamuan makan malam untuk menyambut tahun baru Imlek, Kamis (26/1/2023) malam di Tower UNS. Gagasan kerja sama antara kedua masyarakat Indonesia-Tiongkok mengemuka dalam forum tersebut.
“Pembelajaran bahasa Mandarin telah berjalan dengan baik. Saya senang dengan mempelajari bahasa, masyarakat Indonesia bisa juga mengenal budaya Tiongkok. Demikian juga melalui program pertukaran mahasiswa, kami bisa mengenal kebudayaan Indonesia, khususnya Jawa,” ungkap Direktur PBM UNS dari China, Lu Yu dalam sambutannya.
Lu Yu menyebut, kerja sama Indonesia China tidak hanya sebatas pendidikan belajar bahasa saja. Namun, ke depan peluang untuk belajar teknik, ekonomi, pertanian dan teknologi pun terbuka.
Sementara itu Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa dalam pidato sambutannya menyebut, pertemuan budaya China dan Indonesia bukan sesuatu yang asing untuk Kota Solo.
“Sebagai kota kerajaan di masa lalu, Solo ini sudah bertemu dengan beragam budaya. Bahkan untuk masyarakat China dulu menempati wilayah permukiman khusus seperti di Sudiroprajan dan di seputar Pasar Gede. Maka sekarang ini pun perayaan tahun baru Imlek selalu meriah oleh semua kalangan, karena memang sudah ada latar belakang sejarahnya. Bukan sesuatu yang tiba-tiba,” ujar Teguh.
PBM UNS Sajikan Atraksi Seni Dua Budaya
Sejumlah tokoh yang hadir di jamuan makan malam itu, di antaranya Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho, anggota Majelis Wali Amanat UNS, Direktur PBM UNS dari Indonesia, Stephanie Panatha. Juga Sumartono Hadinoto mewakili Perkumpulan Masyarakat Surakarta, komunitas masyarakat Tionghoa di Solo yang sudah eksis sejak 1932.
Selain menikmati jamuan, pada undangan juga menikmati hiburan sejumlah atraksi budaya. Bermula dengan tarian gambyong ala Mangkunegaran, juga tarian kontemporer yang menggambarkan akulturasi dua kebudayaan. Selain itu masih ada upacara minum teh ala Tiongkok dan senam Taichi diiringi petikan alat musik Guzheng.
Tak lupa, gelaran orkes musik keroncong yang menampilkan beberapa lagu termasuk Bengawan Solo. Menurut Lu Yu, masyarakat China sangat mengenal dan menggemari lagu Bengawan Solo yang merupakan karya maestro asal Solo, Gesang Martohartono.








