Kencan Maut, Remaja Putri di Sukoharjo Tewas Setelah Berkenalan via Online

oleh
Kencan Maut
Ilustrasi Pembunuhan | Istockphoto.com

SUKOHARJO, MettaNEWS – Kencan Maut dengan seorang yang kenal secara online, seorang remaja putri berinisial EV (15) warga Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo tewas dengan luka tusukan, Senin (23/1/2023) malam. Warga menemukan jenazah korban tergeletak di tanah kosong area pertanian di Pandeyan, Grogol, Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Setyawan Nugroho mengungkapkan hasil penyelidikan polisi, EV adalah korban kencan maut. Sebelumnya dia  bertemu dengan seseorang ia kenal secara online.

“Kita sudah menelusuri sejumlah saksi, awalnya korban berkencan dengan seorang pria,” kata Wahyu pada awak media Selasa (24/1).

Salah seorang saksi primer adalah teman korban berinisial NT (18) asal Baki. NT lah yang mengantarkan korban untuk bertemu teman kencannya di salah satu hotel di Kartasura, Senin (23/1) sore.

“Kencan ini bermula dengan perkenalan lewat aplikasi ponsel. Setelah itu, hingga malam NT maupun keluarga tidak bisa menghubungi korban. Namun ada petunjuk, korban sempat mengirimkan share location kepada pacarnya, IN (19). Bersama NT dia mendatangi lokasi tersebut dan menemukan korban tergeletak tanpa teman,” jelas Wahyu.

Kedua saksi kemudian melarikan korban ke rumah sakit, namun pemeriksaan medis menyatakan EV sudah meninggal dunia.

Kencan Maut, Polisi Temukan Barang-barang Ini

Hasil pemeriksaan jenazah, menurut Wahyu, ada dua titik luka segaris pada bagian leher dan dada. Dugaan awal, luka pada leher lah yang menyebabkan kematian.

Polisi yang juga menyisir lokasi penemuan jenazah, mendapati tas milik korban yang berisi satu pak kondom, rokok dan krim bibir berwarna hitam. Polisi juga mendapati kartu identitas korban yang berstatus siswi sebuah sekolah di Solo.

Tentang perkiraan siapa pelaku pembunuhan dan motifnya, Kapolres menyebut anak buahnya masih bekerja mengumpulkan informasi. Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga mencari CCTV di beberapa titik untuk mendapatkan jejak pelaku.

“Laporan perkembangan kasus yang masuk sampai saat ini memang belum memberi petunjuk pasti siapa pelakunya. Tetapi kami yakin itu cuma soal waktu. Doakan saja polisi berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap penjahatnya,” pungkas Wahyu.