SOLO, MettaNEWS – Selter pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KS Tubun Manahan mulai soft opening atau ditempati untuk berjualan. Sayangnya masih ada beberapa keluhan dari pedagang.
Salah satunya ialah kurangnya kanopi dan penutup pagar food court. Para pedagang mengaku saat cuaca sedang terik, mereka dan juga dagangannya tersengat matahari secara langsung. Sebab Selter Manahan langsung menghadap ke Barat. Namun jika hujan turun, air hujan seringkali tampias dan membasahi lapak.
Rati (45) pedagang ayam geprek berharap masalah ini bisa mendapat solusi dari Dinas Perdagangan.
“Saran sebisa mungkin ada perbaikan lagi biar nggak tampias depan belakang. Karena kita nggak boleh nambahi bangunan apapun tanpa seizin Dinas Perdagangan,” ujarnya ketika ditemui Rabu (11/1/2023).
Selain masalah tersebut, Rati mengaku puas dengan hasil penataan ulang Selter Manahan oleh Pemerintah Kota Solo.
“Bagus ini bersih rapi cuma agak sempit beda sama yang kemarin. Sekarang kan ada foodcourt begini ada meja kursinya lebih enak ketimbang yang dulu itu lesehan tempatnya nggak serapi dan sebagus ini,” katanya.
Tiap pedagang wajib membayar retribusi sebesar Rp 1.000/hari untuk kebersihan dan Rp 7.500/bulan untuk biaya yang lain. Biaya ini terbilang terjangkau bagi Rati.
Pedagang Minta Pasang Token Listrik Sendiri di Selter Manahan
Sementara itu, Yanto (49) pedagang mie juga menyarankan agar Dinas Perdagangan memasang kanopi di depan Selter Manahan agar pedagang tidak kepanasan serta kena tampias.
“Kalau hujan tampu airnya masuk kalau nggak hujan ya kepanasan, jadi butuh kanopi biar nggak tampias sama nggak kena panas dagangannya,” ujarnya.
Yanto juga berharap dirinya bisa memasang token listrik sendiri seperti dulu saat ia menempati Selter Manahan depan Masjid Siti Aisyah. Menurutnya token listrik yang bersamaan tidak adil.
“Kalau boleh kami mau pasang token sendiri karena kalau bareng-bareng gini kan pakai sedikit bayarnya ya sama sama yang pakai banyak, nggak merata biar adil, kaya dulu, dulu Rp 50 ribu bisa 2 bulan sudah bisa pakai pendingin sama lampu. ini juga masih mati lampunya habis tokennya,” pintanya.
Namun secara keseluruhan Selter Manahan kini lebih cantik ketimbang dulu. Beberapa fasilitas seperti ketersediaan air, meja kursi, tempat PKL bisa langsung untuk berdagang.
“Alhamdulillah ini lebih bagus ya mudah-mudahan jualannya ramai. Kalau malam ya lumayan ramai tapi ya sehari-hari masih sepi karena ya belum buka semua PKL-nya sedikit. Baru kalau Minggu ramai, doakan saja semoga cepat ramai lagi,” ujar Yanto.








