Sipon Pernah Perjuangkan Sertifikat untuk Korban Pelanggaran HAM

oleh
Sipon
Potret istri Widji Thukul, Siti Dyah Surjiah alias Sipon, Jumat (6/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Semasa hidup Siti Dyah Sujirah atau Sipon menghabiskan waktunya untuk memperjuangkan keadilan. Sebagai istri seorang aktivis, Widji Thukul, Sipon aktif menyuarakan hak korban orang hilang.

Seperti yang disampaikan Wahyu Susilo, kakak Widji Thukul. Bagi Wahyu, Sipon bukan hanya istri seorang aktivis. Lebih dari itu, Sipon baginya adalah aktivis.

“Sampai di akhir hayatnya nggak menyerah beliau (Sipon) bukan istri aktivis tapi dia aktivis sendiri, kalau di puisi puisi Thukul ada tulisan judulnya Ketika Jenderal Marah Marah Thukul mengakui bahwa analisisnya Sipon mengenai situasi terkini sehingga Thukul harus melarikan diri,” beber Wahyu ketika ditemui di rumah duka Solo, Jumat (6/1/2023).

Kehilangan Widji Thukul sejak 1998, Sipon merasakan sulitnya hidup. Sipon sempat kesulitan mengurus data keluarga baik yang menyangkut anak-anaknya Fitri Nganthi Wani dan Fajar Merah. Untuk itu Sipon aktif mendorong Komnas HAM untuk menerbitkan sertifikat korban pelanggaran HAM.

Fajar atau Wani dulu kesulitan mengurus dokumen karena ketidakjelasan nasib orang tuanya nasib ayahnya, Mbak Pon memperjuangkan adanya sertifikat atau surat keterangan korban pelanggaran HAM yang itu kemudian dikeluarkan oleh Komnas HAM dan itu dikeluarkan dan menajdi Preseden untuk korban-korban yang lain,” terangnya.

Sipon tidak ingin nasib serupa dialami keluarga korban orang hilang lainnya. Oleh sebabnya Sipon memperjuangkan hak-hak orang hilang lewat Ikatan Orang Hilang Indonesia.

“Dia aktif Ikohin, Ikatan Orang Hilang Indonesia. Dia juga yang mendorong Komnas HAM kemudian menerbitkan sertifikat korban pelanggaran HAM terutama untuk orang-orang yang hilang. ini menjadi pelajaran juga bagi mereka kalau mengedepankan kebutuhan korban itu urgent karena banyak korban menanti keadilan sampai tidak bisa menikmati apa yang harusnya dia dapatkan dari proses pengangkatan HAM,” ujarnya.

Kini Sipon telah berpulang. Wahyu berharap perjuangan Sipon tidak berhenti.

“Harapannya saya kira Mbak Pon sudah nggak ada tapi semangat untuk mencari keadilan mencari kepastian Widji Thukul dan korban-korban orang hilang itu akan tetap kita lakukan,” pungkasnya.