Foto: Wisata Water Gong Klaten, Paduan Keasrian Kali Gejikan dan Aliran Listrik yang Menghidupi

oleh
oleh
Keasrian objek wisata Water Gong, Klaten. Pengunjung betah menikmati kali pedesaan yang jernih dengan ribuan ikan yang hidup di dalamnya. Foto diambil Kamis (29/12/2022) | Bram Selo AM

KLATEN, MettaNEWS – Sungai Gejikan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dulunya kotor dan penuh sampah dan semak belukar disulap menjadi sungai yang bersih dan penuh ikan. Tempat ini pun menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, usai viral di media sosial.

Objek wisata Watergong, terletak di Desa Karanglo, kecamatan Polanharjo dengan memanfaatkan melimpahnya mata air di kawasan tersebut. Watergong menawarkan wisata  keasrian alam desa sambil menikmati ribuan ikan nila, koi dan kakap yang hidup di air jernih sehingga mampu memikat mata.

listrik menghidupi klaten 2
Karyawan objek wisata Water Gong menyalakan perangkat listrik aerator yang bertujuan menambah kadar oksigen di dalam air | Bram Selo AM

“Saya dulunya cuma ingin tempat yang tidak jauh dari rumah saya ini bersih. Enak dilihat, gitu saja. Lalu setelah jadi bersih dan tertata, ternyata orang berdatangan ingin menikmati. Jadilah Watergong,” ujar Bagong Margono (65), pengelola Watergong kepada MettaNews.

Menurut Bagong, Sungai Gejikan sudah memesona, tak banyak yang harus dia lakukan selain menata tepiannya agar bersih dan wisatawan bisa menikmati dengan aman.

water gong
Kecermatan kunci keberhasilan. Setioap hari, karyawan Water Gong mencatat banyaknya pakan yang diberikan kepada ikan peliharaan. | Bram Selo AM

Satu hal yang dia tambahkan, kebanyakan pemilik kolam nila di kawasan itu tak menggunakan rekayasa apa pun, ikan sudah sehat karena dilimpahi air dari Umbul Sigedang yang berkadar oksigen tinggi.

“Tapi di sini saya menggunakan aerator, dengan tenaga listrik dari PLN. Peralatan ini membuat ikan-ikan di sini bisa lebih padat, karena pasokan oksigen lebih banyak lagi,” ujarnya.

Setiap hari, dibutuhkan 180 kg pakan untuk ribuan ikan di Watergong. Perangkat aerator memastikan kadar oksigen dalam air terjaga. | Bram Selo AM

Seorang karyawan di sana mengatakan, aerator listrik menjadi perangkat penting yang harus selalu dijaga agar beroperasi 24 jam. Tanpa itu, ikan-ikan yang ada mudah melemah bahkan mati.

Bagong mengisahkan, saat pandemi Covid usahanya sempat kolaps. Dia pun membagikan ikan-ikan konsumsi kepada tetangga. Namun, setahun terakhir pengunjung mulai pulih.

Pengunjung bisa memberi makan ikan di WAter Gong dengan membeli Rp 10.000/cup | Bram Selo AM

Silakan datang ke Watergong bersama keluarga. Pengunjung bisa menikmati kawasan sungai yang asri, memberi makan ikan, atau menikmati kuliner serba ikan yang cukup lezat karena berasal dari ikan segar yang baru naik dari kolam.

Tiket masuk dipatok Rp 5.000/orang, memberi makan ikan dikenai biaya Rp 10.000/cup. Sedangkan harga menu masakan rata-rata Rp 20-30 ribu per orang.

Pengunjung berinteraksi dengan ikan koi kaya warna di Water Gong | Bram Selo AM
Memberi makan ikan koi, telah menjadi keasyikan yang dilakukan banyak pengunjung objek wisata Water Gong | Bram Selo AM
Perangkat aerator yang selalu dirtawat dan dijaga agar terus beroperasi di objek wisata Water Gong | Bram Selo AM
Hasil panen ikan nila di objek wisata Water Gong berbobor 400-600 gram seekor | Bram Selo AM
Tak cuma menikmati alam asri, pengunjung bisa menikmati kuliner serba ikan segar yang baru dipanen. | Bram Selo AM