KLATEN, MettaNEWS – Sungai Gejikan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dulunya kotor dan penuh sampah dan semak belukar disulap menjadi sungai yang bersih dan penuh ikan. Tempat ini pun menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, usai viral di media sosial.
Objek wisata Watergong, terletak di Desa Karanglo, kecamatan Polanharjo dengan memanfaatkan melimpahnya mata air di kawasan tersebut. Watergong menawarkan wisata keasrian alam desa sambil menikmati ribuan ikan nila, koi dan kakap yang hidup di air jernih sehingga mampu memikat mata.

“Saya dulunya cuma ingin tempat yang tidak jauh dari rumah saya ini bersih. Enak dilihat, gitu saja. Lalu setelah jadi bersih dan tertata, ternyata orang berdatangan ingin menikmati. Jadilah Watergong,” ujar Bagong Margono (65), pengelola Watergong kepada MettaNews.
Menurut Bagong, Sungai Gejikan sudah memesona, tak banyak yang harus dia lakukan selain menata tepiannya agar bersih dan wisatawan bisa menikmati dengan aman.

Satu hal yang dia tambahkan, kebanyakan pemilik kolam nila di kawasan itu tak menggunakan rekayasa apa pun, ikan sudah sehat karena dilimpahi air dari Umbul Sigedang yang berkadar oksigen tinggi.
“Tapi di sini saya menggunakan aerator, dengan tenaga listrik dari PLN. Peralatan ini membuat ikan-ikan di sini bisa lebih padat, karena pasokan oksigen lebih banyak lagi,” ujarnya.

Seorang karyawan di sana mengatakan, aerator listrik menjadi perangkat penting yang harus selalu dijaga agar beroperasi 24 jam. Tanpa itu, ikan-ikan yang ada mudah melemah bahkan mati.
Bagong mengisahkan, saat pandemi Covid usahanya sempat kolaps. Dia pun membagikan ikan-ikan konsumsi kepada tetangga. Namun, setahun terakhir pengunjung mulai pulih.

Silakan datang ke Watergong bersama keluarga. Pengunjung bisa menikmati kawasan sungai yang asri, memberi makan ikan, atau menikmati kuliner serba ikan yang cukup lezat karena berasal dari ikan segar yang baru naik dari kolam.
Tiket masuk dipatok Rp 5.000/orang, memberi makan ikan dikenai biaya Rp 10.000/cup. Sedangkan harga menu masakan rata-rata Rp 20-30 ribu per orang.





















