Foto: Pupuk Indonesia Menjamin Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Mbah Loso (71) petani di Desa Palang, Kecamatan Matesih, Karanganyar, menaburkan Pupuk Indonesia jenis Urea yang sudah dicampur , Sabtu (26/11/2022). Pupuk Indonesia telah diekspor ke India, Filipina, Autralia, China, Vietnam, Thailand, Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, serta beberapa negara lainnya | Foto Bram Selo Agung Mardika.

KARANGANYAR, MettaNEWS РPopulasi manusia di bumi terus bertambah, menuntut stok pangan yang terjaga untuk manusia, ternak serta tumbuh-tumbuhan  sebagai penyokong pendamping keberlangsungan hidup manusia. Masuknya musim dingin, perang Rusia dan Ukraina berdampak serius terhadap gejolak pemanfaatan sumber pangan dan juga pupuk yang bisa semakin langka. Pupuk Indonesia berkomitmen go global serta menjadi solusi pertanian berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan nasional, sebagaimana visi dan misinya. Induk BUMN di bidang pupuk tersebut memacu transformasi di berbagai lini guna mendongkrak kinerja dan mutu layanan.Transformasi Pupuk Indonesia bukan semata mengejar keuntungan. Lebih dari itu sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah tentang penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani.

Petani memberikan Pupuk Indonesia jenis Urea di desa Palang, kelurahan Pablengan, kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (14/11/2022). Padi yang sudah berumur sekitar 10 hari tersebut membutuhkan Pupuk Indonesia jenis Urea agar tumbuh dengan normal dan menghasilkan beras yang baik untuk dikonsumsi. | Foto Bram Selo Agung Mardika

 

Petani memberikan Pupuk Indonesia jenis Urea di desa Palang, kelurahan Pablengan, kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (14/11/2022). Sekali menanam padi petani membutuhkan sekitar 150 kilogram Pupuk Indonesia dengan merk Urea, KCL, ZA, TS dan Ponsa untuk demi mendapatkan hasil yang berkualitas. | Foto Bram Selo Agung Mardika

 

Petani lanjut usia mbah Marso (74), menaburi tanaman padinya yang berumur 10 hari dengan Pupuk Indonesia jenis Urea di desa Palang, kelurahan Pablengan, kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (14/11/2022). Mbah Marso menanam padi dan dibeberapa petak sawahnya untuk dikonsumsi sendiri dengan keluarganya. Mbah Marso akan memanen padinya sekitar tiga bulan ke depan. | Foto Bram Selo Agung Mardika

 

Mbah Loso (71), petani lansia tersebut menyiapkan Pupuk Indonesia yang sudah dicampur di di desa Palang, kelurahan Pablengan, kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2022). Menurut pengakuan mbah Loso, beliau menaburkan pupuk sebanyak tiga kali untuk mendapatkan beras yang berkualitas. | Foto Bram Selo Agung Mardika

 

Mbah Loso (71) pun menyiapkan Pupuk Indonesia yang sudah dicampur di desa Palang, kelurahan Pablengan, kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2022). Mbah Loso mengeluhkan pupuk subsidi yang penjualannya dibatasi, sehingga berinisiatif untuk mencampur Urea dengan pupuk yang lain agar kualitas panennya tidak berkurang. | Foto Bram Selo Agung Mardika

 

Mbah Loso (71), petani lansia tersebut menaburkan Pupuk Indonesia jenis Urea yang sudah dicampur di desa Palang, kelurahan Pablengan, kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data, Pupuk Indonesia pada 2021 memproduksi pupuk sebanyak 12,23 ton. | Foto Bram Selo Agung Mardika