SOLO, MettaNEWS – Dalam rangka Hari Jadi ke-278 Pemerintah Kota Solo menggelar lomba Desain Ulang Logo Spirit of Java. Lomba ini dibuka sejak 28 November dan akan berakhir pada 11 Desember 2022, dengan total hadiah Rp 20 juta.
Ada 495 peserta dari segala penjuru Tanah Air yang mengikuti lomba ini. Hingga akhirnya 3 logo terbaik dipilih untuk diuji publik. Nantinya hanya ada satu logo yang akan terpilih sebagai logo baru Solo The Spirit if Java.
Adapun ketiga logo ini telah diumumkan di media sosial Instagram Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka @gibran_rakabuming dan @gibran_tweet pada Kamis (1/12/2022). Berikut tiga desain logo beserta konsep yang terpilih untuk diuji publik.

Logo Solo The Spirit of Java yang pertama memiliki unsur warna coklat. Nyawa dari perancangan ulang dan identitas visual ini adalah perwujudan visi Solo sebagai kota budaya dan representasi Jawa melalui slogan The Spirit of Java.
Dengan brand statement tersebut, Solo mendeskripsikan dirinya sebagai kota budaya dengan nilai-nilai keluluhuran Jawa yang kental dan otentik, mencakup manusia dan kebudayaan hidup manusia Jawa itu sendiri.
Deskripsi tersebut digambarkan dalam komposisi dinamis antar bentuk geometris terinspirasi dari budaya Jawa yang sederhana, saling menyambung dan berkesinambungan, namun kokoh dalam perpaduannya yang bergeliat dengan energi kebudayaan Jawa.

Visualisasi logo Solo The Spirit of Java yang kedua bergaya doodle dengan paduan warna ungu dan hijau muda. Warna ungu mewakili keagungan, kekayaan budaya Kota Solo. Sedangkan warna hijau mewakili pertumbuhan dan sustanability.
Visualisasi Gunungan mewakili citra Solo sebagai kota budaya, dan salah satu ikonik budaya Jawa secara umum. Tujuannya memberikan impresi dan persepsi yang cepat mengenai konteks Solo “The Spirit of Java”.
Gaya visualisasi dengan pendekatan “doodle” memberikan kesan yang humanis, tidak kaku dan ramah. Membawa arah baru branding Kota Solo yang menjadi lebih segar, kekinian, dinamis, kreatif dan modern.
Warna hijau pada gunungan ini juga menyerupai visualisasi daun, memberikan makna suistanable atau berkelanjutan. Sebagai wujud Kota Solo membangun dengan kesadaran yang berkelanjutan.
Membangun pariwisata yang berbasis suistanable tourism dan segala bentuk pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Garis berbentuk kurva melengkung yang menghubungkan dua huruf “o” memberikan pesan senyum, mewakili bentuk keramahan dan segala bentuk kearifan lokal warga kota Solo. Kurva yang menghubungkan antara dua huruf “o” ini juga memberikan pesan terhubung dan kolaborasi.

Terakhir, logo Solo The Spirit of Java menggunakan warna merah maroon dengan mengangkat kosep budaya Jawa yang kental tetapi dengan tampilan gaya yang modern sebagai identitas brand personality.
Unsur yang terus melekat sebagai jiwanya Jawa logo ini merepresentasikan Solo kota budaya, huruf yang digunakan menggunakan font yang simple sehingga terlihat visual yang dinamis seperti kehidupan kota Solo.
Visual logo pada huruf “0” dibentuk dengan menggunakan elemen lung atau relung yang sangat identik dengan batik Jawa mengartikan sebagai simbol masyarakat yang suka tolong menolong, gotong royong, lemah lembut, menghargai sesama, luwes, dan santun.
Disetiap huruf “0” terdapat lung atau relung mempresentasikan keseimbangan bangkit bergerak bersama dengan selalu mengusung budaya kearifan lokal. Huruf L yang terkesan melengkun di sudut atas dan bawah menggambarkan selalu bergerak kedepan bersama masyarakat dalam mengembangkan bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata serta teknologi, kesehatan dan pangan untuk menjadi lebih baik.
Paduan elemen-elemen logo Solo secara keseluruhan mencerminkan Solo masa kini tanpa meninggalkan budaya serta jati diri adat Jawa dengan harapan masyarakat yang selalu menjadi makmur dan sejahtera.
Warna Merah pada logo Solo merepresentasikan spirit keberanian, energi dan optimis percaya diri untuk terus selalu kreatif serta dapat menginspirasi. Warna abu-abu mengartikan keseriusan, kestabilan, dan bertanggung jawab antara masyarakan dengan pemerintahan.











