Satu Tahun Komunitas Dulur’s OTS Gandeng Kartika Affandi dan Joko Pekik Gelar Pameran Lukisan di Gedung DPRD Surakarta

oleh
oleh
Komunitas Dulur's OTS bersama Kartika Affandi di kantor DPRD Surakarta | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Memperingati satu tahun komunitas pelukis Dulur’s OTS menghadirkan Dulur’s OTS Community & Duo Maestro Present “Kepahlawanan”dengan pameran lukisan bertempat di Gedung Graha Paripurna DPRD Surakarta.

Rangkaian acara akan berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu (12-13/11/2022) dengan beberapa kegiatan.

Pameran akan dibuka dengan penampilan tari Gambyong yang dibawakan oleh penari senior dari Paguyuban Langen Mataya yang anggotanya adalah para pensiunan dosen-dosen tari di ISI Surakarta.

Yang menarik, bergabung dalam kegiatan ini Kartika Affandi putri dari maestro pelukis Affandi. Mendampingi Kartika adalah maestro pelukis dari Yogyakarta Joko Pekik.

Mengadakan pers conference di Gedung DPRD Surakarta, Jumat (11/11/2022) Wakil Ketua Pameran Paulswid menyampaikan sebanyak 80 lukisan karya anggota Dulur’s OTS akan di display di gedung Graha Paripurna.

“Selain karya dari anggota Dulur’s OTS juga akan ditampilkan lukisan dari Kartika Affandi. Lukisan yang ditampilkan mengangkat tema kepahlawanan, karakter Joko Pekik dan Kartika Affandi, tema model dan akan kita pajang pula karya dari lukisan berjalan dari Pasar Gede ke Gedung DPRD,” jelas Paulswid.

Pada pers conference tersebut hadir Kartika Affandi, Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyadi, Ketua Komunitas Dulur’s OTS MM. Nanik Sri Gunarni dan beberapa anggotanya.

Paulswid mengatakan pada hari pertama pameran akan dimeriahkan dengan kegiatan melukis model langsung on the spot. Bersedia menjadi model adalah Joko Pekik, Kartika Affandi, Ketua DPRD Surakarta Budhi Prasetya dan beberapa tamu undangan yang akan dilukis langsung oleh komunitas Dulur’s OTS.

“Hari kedua ada atraksi pelukis dari Yogyakarta, Joko Wasis akan melukis sambil berjalan yang dimeriahkan juga dengan atraksi pencak silat. Jalur yang dilewati adalah jalur CFD. Sehingga masyarakat mengetahui misi yang kita nawa bahwa seniman-seniman Solo sudah bangkit,” tegas Paulswid.

Lukisan berjalan ini akan dimulai dari Pasar Gede menuju Gladag dan melukis pahlawan Slamet Riyadi. Kemudian dilanjutkan ke Loji Gandrung melukis Gatot Subroto

“Pelukis yang dilibatkan adalah anggota komunitas OTS ada 25 pelukis dengan 80 lukisan. Kita undang pelukis dari Yogya untuk melukis sambil berjalan. Maestro pelukis hanya memamerkan lukisan nya dn bersedia menjadi model untuk dilukis,” imbuh Paulswid.

Kartika Affandi (tengah) bersama pelukis-pelukis Dulur's OTS | MettaNEWS / Puspita

Sebagai penutup, lanjut Paulswid akan ditampilkan Wayang Mego oleh B’jo Ludiro yang mengangkat cerita tentang kehidupan manusia.

Pada pameran ini, Putri maestro kondang pelukis Affandi, Kartika Affandi akan membawa 1 lukisan karya fenomenalnya ketika di Paris.

“Satu lukisan dengan tema laki-laki di depan Gereja Katedral Paris. Saya melukisnya juga on the spot,” tutur Kartika.

Seniwati berusia 88 tahun yang mengikuti jejak sang ayah menjadi pelukis ini mengenang proses pembuatan karyanya tersebut.

“Di Paris ada kebiasaan berkumpul di hari Minggu di depan Katedral. Sebagai orang asing bisa bergabung dengan mereka sangat menyenangkan. Saat itu ada seorang pria yang bersedia saya jadikan model lukisan. Langsung saya lukis di depan Katedral. Kejadian lucu adalah kami berdua dikira pengamen lukisan malah diberi uang sama warga yang melintas,” cerita Kartika sambil tertawa mengingat kenangan tersebut.

Namun karena terlalu banyak warga yang berkerumun, Kartika tidak bisa menyelesaikan lukisannya karena dibubarkan oleh polisi Paris.

“Lukisan tersebut sekitar 15-20 tahun baru saya lanjutkan dan selesaikan,” ungkap Kartika.

Bergabung dalam event ini, Kartika membawa semangat yang ingin dia bagikan pada semua pelukis dan seniman apapun alirannya.

“Dalam kondisi apapun jangan berhenti berkesenian, tetap berkarya. Jangan berhenti di tengah jalan, jangan menyerah jadi seniman,” pesan Kartika.

Ketua Komunitas Dulur’s OTS, MM. Nanik Sri Gunarni menambahkan paguyuban Dulur’s OTS terdiri dari seniman-seniman lukis dengan berbagai latar belakang namun mempunyai kegemaran yang sama yakni melukis on the spot.

“Seniman lukis yang ingin mengekspresikan diri melukis secara on the spot. Melukis langsing bangunan bersejarah yang banyak tersebar di Kota Solo. Mengabadikan dalam karya kami lewat gaya realis, naturalis, sketsa dan lainnya,” tutur Nanik.

Nama Dulur’s OTS mempunyai makna. Nanik mengungkapkan komunitas ini merupakan wujud paseduluran atau persaudaraan.

“Kita menampung dan bergaul layaknya sedulur. Bersama-sama dengan guyub, gotong royong. Kami terbuka untuk semua yang ingin bergabung. Anggota kami dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada anak yang berjualan bensin eceran namun mempunyai bakat melukis, pensiunan dosen ISI, pengusaha, pelaku UMKM dan banyak lainnya,” papar Nanik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyadi menyampaikan, Gedung DPRD adalah gedung milik rakyat yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.

“Artinya kami menyambut baik elemen di masyarakat yang akan memanfaatkan untuk mengangkat eksistensi. Sebelum ini juga ada pameran keris. Ini pertama kalinya pameran lukisan di gedung dewan Solo. Sehingga gedung paripurna juga memfasilitasi masyarakat yang hendak mengekspresikan dan aktualisasi bakat. Gedung dewan tidak hanya untuk rapat-rapat saja,” pungkas Sugeng.