SOLO, MettaNEWS – Sekolah kesetaraan atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terus diupayakan Pemerintah Kota Solo. Lewat Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial , cara ini ditempuh sebagai upaya agar warga Solo dapat menuntaskan pendidikannya hingga 12 tahun.
Kepala Dinas Pendidikan, Dian Rienatta mengatakan pihaknya mendorong masyarakat Solo terbebas dari kasus putus sekolah. Untuk itu lahirlah program PKBM yang memberikan subsidi pendidikan lewat dana BOS (bantuan operasional sekolah).
“Selama usianya belum melebihi batas maksimal sekolah maka masih bisa. Walaupun dia usianya 15 tahun dia mau ke SD masih bisa. Yang mau lanjut sekolah reguler juga bisa ke swasta. Tapi kalau memang dalam proses sekolah memang dia tidak bisa bersekolah di jam- jam sekolah atau tidak mau bisa home schooling,” kata Dian, Selasa (8/11/2022).
Adapun bagi warga yang terkendala biaya, Disdik Solo menyediakan kejar paket bagi setiap warga yang ber-KTP Solo.
“Bagi anak putus sekolah karena tidak mampu ya kita dorong untuk kejar paket. Dengan syarat keberadaan orangnya ini masih ada di Solo itu. Kalau sudah valid datanya dari kelurahan nanti kita akan follow up dengan menjembatani mereka (kejar paket),” ujar Dian.
Adapun kejar paket ini terdiri dari 3 paket yaitu kejar paket A, B, dan C. Kejar paket A setara dengan Sekolah Dasar (SD), kejar paket B setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan kejar paket C setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Prinsipnya anak Solo harus sekolah tidak boleh ada yang tidak sekolah. Anak Solo harus pintar, harus sekolah. Kita akan upayakan, akan dorong ke tempat-tempat kejar paket,” ujarnya.
Pihaknya menekankan pentingnya menuntaskan wajib belajar 12 tahun untuk warga Solo. Termasuk bagi mereka yang sudah bekerja namun belum menamatkan pendidikan wajibnya hingga Sekolah Menengah Atas dan sederajat.
“Untuk yang di atas 21 tahun memang sudah tidak wajar tes dan kebanyakan dari mereka sudah bekerja. Jadi kalau sudah bekerja tapi ternyata menggunakan ijazah SMP kami berharap bisa melaksanakan kejar paket, jadi targetnya Solo semuanya minimal pendidikan SMK,” terangnya.
Disdik telah menyiapkan bimbingan PKBM disetiap kecamatan di Kota Solo. Salah satunya PKBM yang diadakan di sekolah non formal erkolaborasi denga SMA/SMK.
“Kita dorong agar anak-anak bisa ke kejuruan dan vokasi senang dengan enterpreneur. Tidak meluli menjadi PNS atau pegawai ya. Sesuai dengan kurikulum merdeka di mana ada tahapanAtahapannya salah satu buat karya, maka kita dorong anak-anak yang putus sekolah untuk menuju kesana,” pungkasnya.









