FX Rudy soal Pernyataan Dukung Ganjar: Kalau Diberi Sanksi DPP Akan Saya Terima

oleh
Rudy
Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rabu (19/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) FX Hadi Rudyatmo menyatakan kesiapannya dipanggil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ke Kantor Jakarta.

Hal ini ia sampaikan usai adanya pernytaaan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto terkait penegakkan disiplin organisasi. Di mana PDIP berencana memanggil Rudy berkenaan dengan pernyataan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai Capres 2024.

“Dipanggil ya mangkat jenenge kader partai dipanggil kok nggak ada (dipanggil ya berangkat namanya kader partai),” terang Rudy, Minggu (23/10/2022) di kediamannya Pucangsawit, Jebres, Solo.

Terkait pemanggilan tersebut Rudy mengatakan dirinya belum tahu secara pasti akan ada punsihment semacam apa yang akan akan ia terima. Begitupun dengan sanksi Dewan Kolonel, Mantan Wali Kota Solo tersebut enggan berkomentar banyak.

“Saya tidak akan merembet kemana-mana yang penting kalau saya dipanggil hadir diberi sanksi akan saya terima. Dewan Kolonel sudah diberi sanksi teguran? Nggak tahu saya nggak pernah nanya kok,” katanya.

Rudy mengatakan jika tidak mau diberi sanksi maka semua kader PDIP yang melakukan pertemuan di DPP juga diberi sanksi. Meski demikian, Ketua DPC PDIP tersebut menegaskan tidak akan menunda jika harus menghadap ke DPP PDIP.

“Kalau harus ke Jakarta saya dipanggil siap saja, nggak cuma siap, mlayu tekan nggone (lari sampai ditujuan) dan tidak pernah saya menunda waktu,” terangnya.

Rudy menegaskan pemanggilan dirinya ke Kantor DPP tersebut merupakan hal wajar. Pun pemanggilan tersebut dilakukan oleh partai yang ia ikuti.

“Layo bener no nek saya kader PDI Perjuangan yang manggil DPP PDIP untuk diberi teguran atau sanksi atau pengarahan ya wajar kecuali saya dipanggil partai lain itu baru nggak wajar,” terangnya.

Hingga saat ini Rudy mengatakan belum menerima panggilan baik secara lisan maupun tertulis dari DPP. Meski demikian ia menyatakan selalu siap jika kapan saja diminta untuk menghadap ke Jakarta.

“Kalau saya siap-siap saja nggak ada persoalan, sudah ada panggilan? Belum, kalau sudah ada saya berangkat Jakarta to, peringatan secara WhatsApp? Belum kalau diperingatkan ya wajar kader partai kalau saya nakal dan sebagainya ditegur diperingati ya siap saja,” jelas Rudy.

Rudy mengatakan dirinya juga belum mendapat respons dari PDIP Pusat terkait dukungan yang ia berikan pada Gubernur Jaw Tengah, Ganjar Pranowo untuk maju Capres 2024. Selain itu Rudy menyebut belum pernah mendapat pemanggilan atau peringatan DPP atau Dewan Kehormatan.

“Kemarin dukungan dari DPC PDIP belum ada respon dari pusat? Belum ada. Belum, kan yang manggil Dewan Kehormatan, punishment maupun reward juga belum menerima kalau diberi kan berarti saya diakui sebagai kader partai gitu saja,” tukasnya.