SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal merevitalisasi bangunan Pasar Jongke, Laweyan pada tahun 2023. Bangunan baru itu nantinya akan menggabung dua pasar, yakni Pasar Jongke dan Pasar Kabangan.
Sehubungan dengan itu, para pedagang Pasar Jongke memiliki keinginan yang lebih baik pada bangunan baru yang direncanakan itu.
Salah pedagang, Sri Pomo (61), yang sudah berjualan sejak 1992 silam. Ia mengungkapkan agar pasar baru nantinya tak lagi kebanjiran.
Terlebih, Pasar Jongke berada dekat dengan Kali Jenes, yang dapat melupakan air ketika cuaca ekstrem. Selain itu Sri juga mengatakan, atap pasar selama ini juga mengalami kerusakan. Hal itu juga kerap mengakibatkan masuknya air dan kebanjiran.
“Ya supaya pasar tidak banjir, selama saya di sini sudah empat kali banjir besar yang terjadi,” Ungkapnya saat ditemui MettaNEWS Kamis (13/10/22).
Pedagang sembako ini mengaku, beberapa kali terpaksa menutup lapak dagangannya lantaran genangan air ketika hujan m. Selama ini, atap-atap pasar juga tak kunjung diperbaiki.
Hal enada diungkapkan, Suyamti (60) pedagang Sayur di Pasar Jongke. Sudah beberapa kali pasar mengalami banjir besar akibat luapan Kali Jenes. Selain itu juga banyak genangan air ketika hujan.
“Kebanjiran itu sudah tiga kali, dari sungai ke sini. Saya berharap nantinya bakal baik, yang kedua bisa jualan lagi laris,” ungkapnya.
Pedagang yang sudah menetap di Pasar Jongke selama 30 ini mengaku khawatir jika omsetnya nanti bakal menurun di lokasi baru.
“Khawatir kalau enggak laku, harapannya tetap bisa laris. Nanti kalau dipindah ke pasar darurat juga bisa dapat tempat yang baik, jualan bisa lancar” ucapnya.
Sebelumnya, pembangunan pasar baru akan berimbas pada relokasi sementara pedagang Jongke ke pasar darurat di Lapangan Jegon, Pajang, Laweyan. Selama pembangunan pasar, akan ada 991 kios dan los pedagang yang direlokasi sementara.








