Pura Mangkunegaran Gandeng FIB UNS, Bidik Tiga Bidang Pelestarian Budaya Jawa

oleh
Pura Mangkunegaran
KGPAA Mangkunegara X jadi pembicara dalam Kuliah Pakar Umum sekaligus MoU pengembangan budaya Jawa dengan FIB UNS, Jumat (7/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pura Mangkunegaran menandatangani kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (FIB-UNS) terkait pengembangan kebudayaan Mangkunegaran, Jumat (7/10) pagi di Gedung Suharno, FIB UNS.

Pemimpin Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X membeberkan, kerja sama dengan FIB-UNS ini merupakan pematangan rencana yang sudah dilakukan sejak era kepemimpian MN IX.

“Rencana ini sebetulnya kami bangun mungkin sejak era Covid, saat itu dengan almarhum Romo (Mangkunegara IX) kami dulu banyak berdiskusi, saya dulu lebih membantu untuk Romo,” ungkap MN X usai acara, Jumat (7/10/2022).

Mangkunegara menuturkan pematangan rencana ini dilakukan demi nguri-uri budaya Jawa terkhusus Mangkunegaran. Pun, pelestarian budaya ini merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan teman-teman UNS yang saya percaya juga salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tentu dan sama-sama dari Solo. Jadi ini suatu sinergi luar biasa untuk sama-sama menguri-uri budaya, melestarikan budaya dan kita kembangkan bersama,” tuturnya.

Pihaknya menyebut upaya pelestarian budaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu diperlukan pembangunan sense of belongs alias rasa kepemilikan yanh mesti diupayakan.

“Karena kami percaya melestarikan budaya tidak bisa sendirian, itu sesuatu yang kita lakukan bersama-sama, harapannya hari ini menjadi langkah awal untuk mencapai itu,” ucapnya.

“Ke depannya kita bisa mencintai dan mempunyai rasa kepemilikan lagi terhadap kebudayaan untuk kita tingkatkan kembali,” tambah Mangkunegara.

Diharapkan, selain tetap lestari dan diuri-uri, kebudayaan Mangkunegaran akan terus bertumbuh dan akan terus memberikan dedikasi bagi masyarakat luas.

“Itu yang kita lakukan, bagaimana terus berkembang, lestari, hidup, dan bisa lebih berkontribusi bagi masyarakat luas lewat kebudayaan,” pungkasnya.

Dalam kerja sama dengan Pura Mangkunegaran ini ada tiga hal yang difokuskan yakni penelitian, pengabdian, dan penerjemahan arsip Mangkunegaran dalam berbagai bahasa seperti Jawa, Belanda, Inggris, Jerman, dan lainnya.

Kepala Prodi Ilmu Sejarah FIB UNS, Dr Susanto mengatakan kerja sama tersebut akan melibatkan akademisi dari Program Studi Ilmu Sejarah FIB UNS. Untuk itu pihaknya akan pro-aktif dalam kerja sama. Termasuk rencananya dalam membangun pusat studi kebudayaan di Pura Mangkunegaran.

“Kita akan pro aktif, misal kita ada event tertentu dan rencana membangun pusat studi Mangkunegaran, jadi tetap di sana (Pura Mangkunegaran) tetapi kita yang mempelopori dengan misalnya seminar-seminar, untuk mengenalkan [Mangkunegaran] ke pihak luar. Itu dilakukan dalam rangka perjanjian ini,” papar Susanto, Jumat (7/10) selepas acara.

Di waktu mendatang, pihaknya juga akan melakukan pengembangan di bidang-bidang lain, di luar tiga bidang pokok tersebut. Salah satunya yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan event seperti pameran di Pura Mangkunegaran.

“Tidak menutup kemungkinan kerja sama di bidang lain seperti pameran, kemudian membantu SDM di sini untuk Mangkunegaran, kemungkinan tahun depan akan ada Pangetan Adeging Mangkunegaran (Peringatan Berdirinya Mangkunegaran). Tadi sudah disinggung, kita akan membantu SDM untuk itu,” pungkasnya.